PENGARUH INSTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP SIKAP BELA NEGARA PADA REMAJA
Kata Kunci:
Bela Negara, Intensitas Penggunaan, Literasi Digital, Media Sosial, RemajaAbstrak
Tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja generasi Z, yang mencapai rata-rata 8,5 jam per hari di Indonesia, menimbulkan pertanyaan penting mengenai dampaknya terhadap sikap kebangsaan, khususnya sikap bela negara yang di era digital telah bergeser dari dimensi fisik menuju dimensi informasi, ideologi, ekonomi, dan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan sikap bela negara pada remaja, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review) sistematis, menelaah 12 sumber ilmiah primer berupa artikel jurnal nasional, laporan lembaga resmi, dan regulasi perundang-undangan yang dipilih berdasarkan kriteria relevansi tema media sosial, remaja, dan bela negara periode 2016–2025. Kajian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi dengan tingkat partisipasi remaja dalam isu kebangsaan, tetapi secara bersamaan meningkatkan kerentanan terhadap hoaks dan polarisasi apabila tidak diimbangi literasi digital. Peran keluarga dan pendidikan kewarganegaraan teridentifikasi sebagai variabel moderator utama. Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan sikap bela negara bersifat kondisional, bukan searah linear, sehingga penguatan literasi digital berbasis keluarga dan institusi pendidikan direkomendasikan sebagai strategi utama.


