PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SD NEGERI 060834 MEDAN DENGAN SD NEGERI 053989 BUBUN LANGKAT BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS
Kata Kunci:
Tingkat Kebugaran Jasmani, Dataran Rendah, Dataran TinggiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa SD Negeri 060834 Medan yang secara geografis terletak di dataran rendah dengan siswa SD Negeri 053989 Bubun Kecamatan Tanjung Pura, Langkat yang secara georafis terletak di pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yaitu membandingkan 2 kelompok siswa, yang berdasarkan geografis dimana berfokus pada satu kelas. Subyek dari penelitian ini adalah siswa/i kelas V SD Negeri 060834 Medan dengan SD Negeri 053989 Bubun yang berjumlah 46 orang siswa. Pengukuran VO2Max dengan menggunakan tes Multistage Fitness Test (MFT) yang menggunakan 5 tes yaitu, Lari cepat 40meter putera dan 30 meter puteri, angkat tubuh 30 detik, baring duduk 30 detik, loncat tegak dan lari jauh 600 meter. Teknik analisis data menggunakan analisis Uji Persyaratan yaitu, Uji Normalitas dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti. 1) Terdapat perbedaan yang signifikan dengan taraf signifikansi 0,05 antara tingkat kebugaran jasmani siswa yang bersekolah di dataran rendah dan yang bersekolah di dataran pesisir. Perbedaan ini terlihat pada hasil tes MFT siswa yang bersekolah di dataran rendah sekolah memiliki nilai rata-rata sebesar 36,043, nilai standar deviasi sebesar 4,9012, dan nilai varians sebesar 24,023. Sedangkan hasil tes MFT siswa bersekolah di dataran pesisir memiliki niai rata-rata sebesar 42,143, nilai standar deviasi sebesar 6,03, dan nilai varians sebesar 36,3616, dari hasil analisa Uji Independent sample t-test (uji beda rata-rata antar kelompok) didapatkan: nilai thitung (3,76) > ttabel (2,021). Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani siswa yang bersekolah di dataran rendah dengan siswa yang bersekolah di pesisir 2) Dari hasil penghitungan uji beda, siswa yang bersekolah di daerah pesisir lebih baik dari pada siswa yang bersekolah di daerah dataran rendah dengan nilai prosentase sebesar 8,54 %. 3) Dari data tersebut siswa yang bersekolah di SD Negeri 053989 Bubun Kecamatan Tanjung Pura, Langkat yang merupakan daerah pesisir mempunyai kebugaran jasmani yang lebih besar jika dibandingkan dengan siswa yang bersekolah di Negeri 060834 Medan yang merupakan daerah dataran rendah.
This study aimed to compare the physical fitness levels of students from SD Negeri 060834 Medan, which is geographically located in a lowland area, and SD Negeri 053989 Bubun, Tanjung Pura District, Langkat Regency, which is located in a coastal area. This research employed a comparative design by comparing two groups of fifth-grade elementary school students based on their geographical settings. The participants consisted of 46 fifth-grade students from the two schools. Physical fitness was assessed using the Multistage Fitness Test (MFT) to estimate maximal oxygen uptake (VO₂max), complemented by a series of physical fitness tests, including a 40-meter sprint for boys and a 30-meter sprint for girls, a 30-second pull-up test, a 30-second sit-up test, a vertical jump test, and a 600-meter endurance run. Data were analyzed using prerequisite tests, including the normality test, followed by hypothesis testing with an independent-samples t-test. The findings indicated that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H₀) was rejected. First, there was a statistically significant difference in physical fitness levels at the 0.05 significance level between students attending schools in lowland and coastal areas. Students from the lowland school obtained a mean MFT score of 36.043 (SD = 4.9012; variance = 24.023), whereas students. from the coastal school achieved a mean score of 42.143 (SD = 6.03; variance = 36.3616). The independent-samples t-test yielded a calculated t-value of 3.76, which exceeded the critical t-value of 2.021, indicating a significant difference between the two groups. Second, the results showed that students from the coastal area demonstrated better physical fitness than those from the lowland area, with a percentage difference of 8.54%. Finally, the findings suggest that students of SD Negeri 053989 Bubun, Tanjung Pura District, Langkat Regency, exhibited higher levels of physical fitness than students of SD Negeri 060834 Medan, indicating that geographical setting may be associated with differences in students' physical fitness levels.


