MAKNA DAN FUNGSI TUTURAN HO’DA PEMAU DO MADE DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT SABU DI DESA LOBOAJU KECAMATAN SABU TENGAH KABUPATEN SABU RAIJUA

Penulis

  • Novia Dju Nina Persatuan Guru 1945 NTT
  • Ronni M. Ndun Persatuan Guru 1945 NTT

Kata Kunci:

Bahasa, Budaya, Makna, Fungsi Tuturan Ho’da Pemau Do Made, Tradisilisan

Abstrak

Skripsi ini berjudul, “Makna dan Fungsi Tuturan Ho’da Pemau Do Made dalam Tradisi Lisan Masyarakat Sabu di Desa Loboaju Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua”, oleh Novia Dju Nina, NIM:2288201044 dibimbing oleh, Ronni M. Ndun, S.Pd,. M. Hum, sebagai pembimbing I dan Richard Oematan, S.Pd., M.Pd, sebagai pembimbing II, penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan Makna dan Fungsi Tuturan Ho’da Pemau Do Made dalam Tradisi Lisan Masyarakat Sabu di Desa Loboaju Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan penelitian ini yaitu mendesripsikan Makna dan Fungsi yang terkandung dalam Tuturan Ho’da Pemau Do Made   pada Masyarakat Sabu di Desa Loboaju Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori linguistik kebudayaan karena linguistik kebudayaan yang membahas tentang hubungan antara bahasa dan budaya, sebagaimana bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai representasi dan refleksi dari nilai, norma dan kepercayaan dalam budaya tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriftif kualitatif karena metode ini meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau kelas peristiwa sekarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tuturan Ho’da Pemau Do Made ada ketika Masyarakat melaksanakan upacara adat penyucian arwah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Tuturan ini disampaikan oleh tokoh adat atau penutur Ho’da dalam suasana sacral dan penuh khidmat sebagai ungkapan doa, harapan, serta permohonan keselamatan bagi arwah yang di sucikan dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam penelitian ini ditemukan makna religius, makna kebersamaan, makna kesetiaan atau komitmen, serta makna kesedihan atau beban perasaan, makna keharmonisan hidup dan juga memiliki fungsi informatif, fungsi ekspresif, fungsi direktif, fungsi komisif dan fungsi deklaratif. Penelitian ini juga bermanfaat bagi generasi muda khususnya yang berada di Desa Loboaju untuk mengetahui bahwa Ho’da adalah warisan budaya leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda agar tidak punah.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31