TEORI HUKUM SOSIOLOGIS DAN TEORI HUKUM KRITIS TERKAIT MONEY MULTIPLIER TINDAK PIDANA SEORANG DUKUN INDONESIA DALAM BENTUK SKEMA PONZI

Penulis

  • Suci Pratiwi Universitas Pancasila
  • Syifa Dwi Ardila Universitas Pancasila
  • Tassya Nazwa Comalla Universitas Pancasila
  • Zalfa Hasna Fakhira Universitas Pancasila
  • Intan Anggraeni Universitas Pancasila
  • Yunan Prasetyo Kurniawan Universitas Pancasila

Kata Kunci:

Teori Hukum Sosiologis Dan Teori Hukum Kritis, Skema Ponzi, Money Multiplier, Spritual, Pembunuhan, Kriminalitas

Abstrak

Penerapan Teori Hukum Sosiologis dan Teori Hukum Kritis dalam menganalisis tindakan kriminal Mbah Slamet, seorang dukun asal Indonesia yang terlibat dalam skema ponzi, money multiplier dan pembunuhan berantai. Mbah Slamet dijatuhi hukuman mati, karena telah membunuh 12 individu dengan dalih memberikan bantuan spiritual untuk penggandaan kekayaan, memanfaatkan kepercayaan korban untuk memanipulasi dan akhirnya membunuh mereka. Kasus Mbah Slamet menyoroti penyimpangan antara teori hukum, konteks sosial dan perilaku kriminal, serta menekankan pentingnya pemeriksaan kritis terhadap bagaimana hukum berfungsi dalam masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan yang mendalam tentang tindakan kriminal Mbah Slamet, tetapi juga mengajak pembaca untuk mempertimbangkan bagaimana kepercayaan masyarakat, struktur hukum dan konteks sosial saling berinteraksi dalam membentuk perilaku kriminal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi signifikan dalam kajian hukum dan sosiologi, serta membuka ruang untuk diskusi lebih lanjut mengenai keadilan sosial dan fungsi hukum dalam masyarakat modern.

Application of Sociological Legal Theory and Critical Legal Theory in analyzing the criminal actions of Mbah Slamet, a shaman from Indonesia who was involved in Ponzi schemes, money multipliers and serial murders. Mbah Slamet was sentenced to death, for killing 12 individuals under the pretext of providing spiritual assistance for multiplying wealth, taking advantage of the victims' beliefs to manipulate and ultimately kill them. Mbah Slamet's case highlights the deviation between legal theory, social context and criminal behavior, and emphasizes the importance of critical examination of how the law functions in society. Thus, this research not only provides in-depth insight into Mbah Slamet's criminal actions, but also invites readers to consider how societal beliefs, legal structures, and social contexts interact to shape criminal behavior. It is hoped that this research will be a significant contribution to the study of law and sociology, as well as opening up space for further discussion regarding social justice and the function of law in modern society.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30