KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS: ANALISIS AKTOR DAN KEPENTINGAN DALAM KEBIJAKAN KESEHATAN TENTANG PEMETAAN STAKEHOLDER DAN DINAMIKA KEKUASAAN

Penulis

  • Sri Soleha Universitas Respati Indonesia
  • Nisa Septiani Universitas Respati Indonesia
  • Zeny Dermawan Universitas Respati Indonesia
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Kata Kunci:

Kebijakan Kesehatan, Stakeholder Analysis, Aktor, Kepentingan, Kekuasaan, Implementasi Kebijakan

Abstrak

Latar belakang : Kebijakan kesehatan di Indonesia kerap menghadapi tantangan implementasi yang berdampak pada belum optimalnya pencapaian tujuan. Data sekunder menunjukkan bahwa meskipun cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai lebih dari 95% populasi, ketimpangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan masih terjadi. Pada kebijakan penanggulangan HIV/AIDS, cakupan testing dan retensi terapi antiretroviral belum merata, sementara pada penanganan COVID-19 efektivitas kebijakan pembatasan sosial bervariasi antar daerah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa persoalan kebijakan tidak hanya terletak pada aspek regulasi, tetapi juga pada dinamika aktor, kepentingan, dan distribusi kekuasaan yang belum terkelola secara optimal dalam proses implementasi. Tujuan:  untuk menganalisis peran aktor, kepentingan, serta dinamika kekuasaan dalam kebijakan kesehatan melalui pendekatan kajian literatur sistematis dengan fokus pada pemetaan stakeholder (stakeholder mapping) dan kerangka analisis kekuasaan.Hasil kajian :  menunjukkan bahwa ketidakefektifan kebijakan kesehatan sering muncul pada tahap implementasi akibat lemahnya koordinasi lintas sektor, dominasi aktor dengan kekuasaan tinggi, terbatasnya pelibatan kelompok dengan kepentingan tinggi namun pengaruh rendah, serta belum terinstitusionalisasinya mekanisme kolaboratif. Pemetaan stakeholder menggunakan matriks power–interest dan analisis visible, hidden, serta invisible power terbukti membantu mengidentifikasi potensi konflik, peluang koalisi, dan strategi advokasi yang lebih efektif. Simpulan : kajian ini menegaskan bahwa analisis stakeholder dan pemetaan dinamika kekuasaan perlu diintegrasikan dalam seluruh siklus kebijakan kesehatan untuk meningkatkan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan kebijakan. Pendekatan collaborative governance, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan aktor berkepentingan tinggi menjadi strategi kunci dalam memperbaiki implementasi kebijakan kesehatan di Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28