PENGEMBANGAN STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM OPTIMALISASI KEPESERTAAN PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
Kata Kunci:
Strategi Pemerintah Daerah, Penerima Bantuan Iuran (PBI), Jaminan Kesehatan Nasional, Kepesertaan JKN, Kabupaten Kotawaringin TimurAbstrak
Pendahuluan: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan instrumen strategis perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin. Meski Kabupaten Kotawaringin Timur telah mencapai cakupan tinggi, tantangan seperti ketidakakuratan data, dinamika kependudukan, dan beban fiskal untuk pembiayaan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja yang didaftarkan Pemerintah Daerah (PBPU-BP Pemda) masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi kepesertaan PBI agar lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan instansi lintas sektor terkait. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU-BU Pemda) memerlukan penguatan koordinasi lintas sektor dan sinkronisasi data kependudukan secara berkala. Strategi utama yang dirumuskan meliputi penetapan kriteria Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU-BU Pemda) yang objektif serta pengendalian beban anggaran melalui verifikasi dan validasi data yang berkelanjutan. Diskusi: Diperlukan penguatan sinergi melalui mekanisme pembaruan data rutin yang terintegrasi, peningkatan kapasitas verifikasi lapangan, serta pengetatan audit kepesertaan untuk menjaga efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran program. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi tata kelola data yang terintegrasi dan kebijakan pembiayaan yang resilien merupakan prasyarat mutlak untuk menjamin efektivitas perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin serta keberlanjutan program JKN di daerah.
Introduction:TheNationalHealthInsurance(JKN)programthroughthe Premium Assistance Recipient (PBI) scheme is a strategic instrument for health protection for the poor. Although East Kotawaringin Regency has achieved high coverage, challenges such as data inaccuracy, population dynamics, and the fiscal burden of PBI on the Regional Budget (APBD) remain major obstacles. This study aimsto formulate astrategy foroptimizing PBImembership tomake it more targeted, effective, and sustainable. Methods: This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), observations, and documentation studies involving relevant cross-sectoral agencies. Results: The results indicate that optimizing JKN PBI membership requires strengthening cross-sectoral coordination and regular population data synchronization. The main strategies formulated include establishing objective PBPU Pemda criteria and controlling budget burdens through continuousdata verification and validation. Discussion: Strengthening synergy is needed through an integrated routine data update mechanism, increasing field verification capacity, and tightening participant audits to maintain budget efficiency and program targeting accuracy. Conclusion: This study concludes that integrated data governance transformation andresilient financing policies are absolute prerequisitesforensuring the effectiveness of health insurance protection for the poor and the sustainability of the JKN program in the regions.




