EFEKTIVITAS DAN LUARAN KLINIS ABLASI FIBRILASI ATRIUM PADA PASIEN GAGAL JANTUNG
Kata Kunci:
Gagal Jantung, Fibrilasi Atrium, Ablasi Kateter, Ejection FractionAbstrak
Latar Belakang: Gagal jantung merupakan sindrom klinis progresif dengan prevalensi dan mortalitas yang terus meningkat secara global termasuk di Indonesia dan pada banyak kasus disertai Fibrilasi atrium yang memperburuk prognosis dan kualitas hidup pasien. Ablasi kateter telah dikembangkan sebagai terapi intervensi untuk mengendalikan ritme jantung pada pasien Fibrilasi atrium dengan gagal jantung, namun bukti efektivitasnya masih terbatas terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas dan luaran klinis ablasi Fibrilasi atrium pada pasien dengan gagal jantung. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci yang disusun berdasarkan kerangka PICO. Kualitas studi inklusi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool, dan data diekstraksi serta dianalisis secara kualitatif berdasarkan desain penelitian, karakteristik sampel, intervensi, serta luaran klinis yang dilaporkan. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ablasi Fibrilasi atrium pada pasien dengan gagal jantung efektif meningkatkan fraksi ejeksi, memperbaiki remodelling jantung dan menurunkan mortalitas dibandingkan terapi medikamentosa. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ablasi kateter merupakan terapi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko mortalitas pada pasien AF dengan gagal jantung meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih homogen dan cakupan populasi lebih luas.
Background: Heart failure is a progressive clinical syndrome with increasing prevalence and mortality worldwide, including in Indonesia, and is frequently accompanied by atrial fibrillation (AF), which worsens prognosis and reduces patients’ quality of life. Catheter ablation has been developed as an interventional therapy to control heart rhythm in AF patients with heart failure. However, evidence regarding its effectiveness remains limited, particularly in Indonesia. This study aims to review the effectiveness and clinical outcomes of atrial fibrillation ablation in patients with heart failure. Methods: This research is a systematic review based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 guidelines. Literature searches were conducted through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords structured according to the PICO framework. The quality of included studies was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool, and data were extracted and qualitatively analyzed based on study design, sample characteristics, interventions, and reported clinical outcomes. Results: The findings indicate that atrial fibrillation ablation in patients with heart failure is effective in improving ejection fraction, enhancing cardiac remodelling, and reducing mortality compared to medical therapy. Conclusion: This study demonstrates that catheter ablation is an effective therapy to improve quality of life and reduce mortality risk in AF patients with heart failure, although further research with more homogeneous designs and broader populations is still required.




