PENGARUH EDUKASI MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNG BERAPI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPSIAGAAN SISWA MTS HIJMAR SUNGGAL DELI SERDANG
Kata Kunci:
Mitigasi Bencana, Erupsi Gunung Berapi, Pengetahuan, KesigapanAbstrak
Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat aktivitas vulkanik, sehingga edukasi mitigasi bencana sejak dini menjadi penting, khususnya di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi mitigasi erupsi gunung berapi terhadap pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa di MTS Hijmar Sunggal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest pada 50 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 75,78 menjadi 81,77 dengan selisih 6,00 poin. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = 5,788 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Edukasi kebencanaan efektif sebagai upaya pengurangan risiko bencana melalui pendidikan, termasuk pada sekolah di luar wilayah rawan bencana.
Indonesia has a high level of disaster vulnerability due to intense volcanic activity, making early disaster mitigation education particularly important, especially in school settings. This study aimed to analyze the effect of volcanic eruption mitigation education on students’ knowledge and preparedness at MTS Hijmar Sunggal. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 50 students. Data were collected through questionnaires administered before and after the educational intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an increase in the mean score from 75.78 to 81.77, with an average improvement of 6.00 points. The Wilcoxon test yielded a Z value of 5.788 and a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect. Disaster education was found to be effective as an educational-based disaster risk reduction approach, including in schools located outside disaster-prone areas.




