ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DENGAN PENYAKIT KULIT DI DESA BOGAK BESAR

Penulis

  • Nurhayati Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Junaisa Intan Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Jelita Suryani Siregar Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Faradilla Diwanta Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Suci Maghfirah Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Rosida Sapriani Harahap Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Assyifa Deswita Mrp Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Muhammad Raihan Pratama Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Dwi Fanny Amanda Natasya Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Nur Indah Rahma Dilla Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Lia Saptriana Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Zulianty Putri Azizah Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Maria Ulpah Sitorus Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Muhammad Khair Gunawan Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Hairum Nafsiah Purba Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Widya Sabila Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Faiqah Adnin Purba Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Fadhlan Al Hafizh Marpaung Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Oryza Sativa H Sihotang Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Afri Ningtias Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Khairizah Afifah Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Nadia Amanda Azwa Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Yuskaini Hadijah Rambe Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Firda vinanda Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Kata Kunci:

Perilaku Hidup Bersih, Penyakit Kulit, Masyarakat Desa Bogak Besar

Abstrak

Sampai saat ni, sebagian besar masyarakat ndonesia, sebagian besar penduduknya tinggal di pinggir pantai, masih mengalami masalah kulit di daerah pesisir pantai. ni disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebersihan diri, kondisi air, dan kelembaban. Dibandingkan dengan semua masalah kesehatan manusia, penyakit kulit adalah penyakit nfeksi yang paling umum dan memengaruhi 900 juta orang di seluruh dunia. Penyebab utama penyakit kulit yang dikeluhkan adalah kebiasaan buruk seseorang dan kurang memperhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar mereka. Untuk mencegah dan meminimalkan risiko yang dapat memicu timbulnya penyakit kulit, penting untuk menjalani gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan tempat tinggal. Penelitian ni bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak ada hubungan antara kebersihan diri dengan kesehatan kulit masyarakat pesisir di Desa Bogak Besar kecamatan Teluk Mengkudu. Jenis penelitian ni adalah penelitian kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dengan penyakit kulit. Sampel penelitan ni adalah masyarakat desa Bogak Besar sebanyak 63 sampel. Dilakukannya penelitian ni bertujuan untuk mengetahui Perilaku Hidup Bersih dengan Penyakit Kulit di Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hubungan pengetahuan dan perilaku mengenai kebiasaan mandi dan cuci tangan, kebiasaan mandi 1x sehari sebanyak 7,9% dan mandi 2x sehari sebanyak 92,1% kemudian kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir sebanyak 90,5% dan mencuci tangan dengan menggunakan wadah sebanyak 9,5%. Kemudian yang mengalami keluhan penyakit kulit dengan ciri bercak merah sebanyak 33,3%, bentol pada kulit sebanyak 25,4% dan keluhan kulit mengelupas dan kering sebanyak 23,8%. Beberapa jenis penyakit kulit yang sering ditemukan di desa-desa antara lain kudis, alergi, kurap, panu, kontak dermatitis, dan lainnya. Banyak faktor memengaruhi penyakit kulit, seperti lingkungan, perilaku, layanan kesehatan, genetik, dan faktor kerja. Misalnya, nelayan sering terkena air laut, dan pengetahuan dan kesadaran kesehatan masih rendah di desa-desa, tetapi mereka banyak belajar dari budaya turun temurun.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-01