GAMBARAN KASUS CAMPAK POSITIF BERDASARKAN UMUR, GEJALA KLINIS, DAN STATUS IMUNISASI DI PUSKESMAS TANJUNG REJO PERCUT SEI TUAN

Penulis

  • Nazwa Aulia Ramadhani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nadya Aulia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Siti Fadila Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Cut Nurul Dwi Adinda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Trinanda S Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nofi Susanti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Campak Positif, Status Imunisasi, Gejala Klinis

Abstrak

Campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah di Indonesia, terutama di daerah pesisir dengan cakupan imunisasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus campak berdasarkan umur, gejala klinis, dan status imunisasi pada kasus campak yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data sekunder dari laporan surveilans campak. Sampel penelitian di ambil secara Total Sampling, yaitu seluruh campak dengan hasil IgM positif yang tercatat pada periode penelitian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada anak usia ≤5 tahun (72,7%). Gejala klinis yang paling banyak muncul adalah batuk (100%), pilek (72,7%), dan mata merah (27,3%). Mayoritas anak tidak pernah mendapat imunisasi campak (90,9%), dan tidak ditemukan kasus dengan imunisasi lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus campak di wilayah tersebut terutama menyerang anak usia kecil dengan status imunisasi yang tidak memadai, sehingga peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Measles is a contagious disease that remains a problem in Indonesia, particularly in coastal areas with low immunization coverage. This study aims to describe measles cases based on age, clinical symptoms, and immunization status in measles cases occurring in the Tanjung Rejo Percut Sei Tuan Community Health Center (Puskesmas). This study used a descriptive approach using secondary data from measles surveillance reports. The study sample was taken using total sampling, including all measles cases with positive IgM results recorded during the study period. The results showed that the majority of cases occurred in children aged <5 years (72.7%). The most common clinical symptoms were cough (100%), runny nose (72.7%), and red eyes (27.3%). The majority of children had never received measles immunization (90.9%), and no cases were found with complete immunization. This study concluded that measles cases in the region primarily affect young children with inadequate immunization status, therefore increasing immunization coverage and public education are crucial steps in prevention.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30