BAHAYA SEKS BEBAS PADA REMAJA DAN PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Penulis

  • Sonya Soraya Institut Kesehatan Rajawali
  • Suci Agisa Inayatulloh Institut Kesehatan Rajawali
  • Syaira Ananda Institut Kesehatan Rajawali
  • Siti Salwa Rosalinda Institut Kesehatan Rajawali
  • Sipa Fauziyah Institut Kesehatan Rajawali
  • Salsa Amelia Ramadani Institut Kesehatan Rajawali
  • Nadya Putri Fitria Institut Kesehatan Rajawali
  • Intan Oktaviany Institut Kesehatan Rajawali
  • Firda Amalia Institut Kesehatan Rajawali
  • Diani Aliansy Institut Kesehatan Rajawali

Kata Kunci:

Seks Bebas, Penyakit Menular Seksual, Edukasi Kesehatan, Remaja, Kesehatan Reproduksi

Abstrak

Latar Belakang: Perilaku seks bebas pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama karena rendahnya kesadaran akan risiko penyakit menular seksual (PMS). Edukasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi perilaku berisiko ini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil: Edukasi meningkatkan pengetahuan tinggi dari 20% menjadi 66% dan sikap menolak seks bebas dari 33% menjadi 73%. Pemahaman tentang penggunaan kondom meningkat, meskipun 20% masih kurang memahami fungsinya. Kesimpulan: Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap seks bebas serta pencegahan PMS. Namun, masih diperlukan edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan seksual yang lebih komprehensif.

Background: Premarital sexual behavior among adolescents is a growing public health concern, primarily due to the low awareness of the risks of sexually transmitted diseases (STDs). Reproductive health education is a key strategy in reducing risky behaviors. Method: This study used a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires covering aspects of adolescent knowledge, attitudes, and sexual behavior before and after receiving reproductive health education. Data analysis was performed using descriptive and inferential statistical tests. Result: Education increased high knowledge levels from 20% to 66% and rejection of premarital sex from 33% to 73%. Condom use awareness improved, though 20% remained unclear. Conclusion: Reproductive health education is proven effective in improving adolescents' knowledge and attitudes toward premarital sex and STD prevention. However, more intensive education is needed to enhance comprehensive awareness of sexual protection.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27