ANALISIS PERAN KERJASAMA LINTAS SEKTOR DALAM PELAKSANAAN PIN POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CENGKARENG, JAKARTA BARAT
Kata Kunci:
Peran Lintas Sektor, Kerjasama Lintas Sektor, PIN PolioAbstrak
Sejak tahun 2022 sampai 2024 di Indonesia terdapat 11 kasus kelumpuhan polio dan 32 Propinsi, 399 Kabupaten / Kota di Indonesia berisiko tinggi khususnya polio tipe 2. Oleh karena itu pemerintah mengadakan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio yang dilakukan sebagai respon Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio untuk memutus rantai penularan virus Vaccine Derived Polio Virus tipe 2 dan Vaccine-Derived Polio Virus tipe 1 polio. Di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkareng target yang harus dicapai 95%. Dalam pelaksanaan PIN Polio, keberhasilan program imunisasi membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak baik lintas program maupun lintas sektor, pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kerjasama lintas sektor dalam pelaksanaan PIN polio di Wilayah Kerja Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan wawancara mendalam. Untuk mendapatkan informan yang sesuai dilakukan dengan cara purposive. Tahapan pengolahan data melalui transkip data, pengkodean, penyajian data dan pembuatan matriks, reduksi data, intepretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lintas sektor memiliki pendidikan setara SMA atau lebih tinggi, yang meningkatkan kemampuan komunikasi dan efektivitas tugas mereka. Persepsi tentang kemampuan interpersonal: lintas sektor menganggap bahwa kemampuan interpersonal mereka cukup baik dalam pencapaian target PIN polio. Lintas sektor memiliki pengetahuan yang memadai tentang imunisasi polio di PIN Polio, memungkinkan mereka untuk advokasi dan menggerakkan warga dengan baik. Arahan dari pemberi peran dianggap penting untuk memandu lintas sektor dalam menjalankan tugasnya dengan lebih efektif. Hubungan antara lintas sektor dan pemberi peran dinilai positif, memberikan landasan yang kuat untuk kolaborasi yang efektif. Kesimpulan: Kerjasama lintas sektor memiliki peran yang signifikan dalam capaian target PIN polio.