PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP OUTCOME KLINIS DAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS RIMBO BUJANG IX KABUPATEN TEBO
Kata Kunci:
Pelayanan informasi obat,, outcome klinis,, kualitas hidup.Abstrak
Prevalensi hipertensi di Indonesia akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang. Pengembangan layanan konseling dan edukasi obat menjadi strategi dalam pengelolaan pasien hipertensi. Di Provinsi Jambi Hipertensi masuk dalam 10 penyakit terbanyak, Tahun 2022 menurut daftar tabulasi menunjukkan bahwa dari total kasus sebanyak 484.610 kasus, penyakit Hipertensi pada urutan kedua dengan jumlah kasus sebanyak 123,478 kasus (25,48%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat terhadap outcome klinis dan kualitas hidup pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Rimbo Bujang IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental one group with pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Rimbo Bujang IX Kabupaten Tebo. Penelitian dilakukan pada bulan Mei s/d Juni 2024. Sampel penelitian pasien yang berobat dan menebus resep obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Rimbo Bujang IX sebanyak 98 orang. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,2 % responden berjenis kelamin perempuan, 36,7% responden berusia 46-55 tahun, 40,8% responden sebagai ibu rumah tangga. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan PIO (pretest) adalah 161,78 mmHg dan setelah diberikan PIO (postest) sebesar 143,40 mmHg. Sebelum diberikan PIO (pretest) kualitas hidup responden kategori cukup (75,5%) dan setelah diberikan PIO (postest) menjadi baik (84,7%). Ada pengaruh pemberian informasi obat dengan outcome klinis dan kualitas hidup pasien hipertensi (p-value < 0,05). Diharapkan kepada puskesmas untuk melakukan pelayanan informasi obat kepada pasien hipertensi yang berkunjung ke puskesmas.