HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN STATUS TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA SEMESTER VI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN STIKES MAHARANI MALANG
Kata Kunci:
Kualitas Tidur, Tekanan Darah, MahasiswaAbstrak
Kualitas tidur yang buruk berpotensi mengganggu regulasi kardiovaskular melalui peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis dan kadar hormon stres sehingga memengaruhi tekanan darah. Permasalahan ini banyak dijumpai pada mahasiswa keperawatan yang menghadapi tuntutan akademik tinggi, jadwal tidak teratur, dan kebiasaan penggunaan gadget hingga larut malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status tekanan darah pada mahasiswa Semester VI Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Maharani Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa semester VI Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Maharani Malang sebanyak 120 orang. Sampel berjumlah 120 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data mencakup analisis univariat dengan distribusi frekuensi mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk (85 orang, 70,8%) dan baik (35 orang, 29,2%). Mahasiswa dengan kualitas tidur baik cenderung memiliki tekanan darah normal (29 orang), sedangkan yang kualitas tidurnya buruk mayoritas mengalami prehipertensi (36 orang) dan hipertensi (35 orang). Analisis bivariat dengan uji Chi-square (α=0,05) menunjukkan nilai X² = 50,666 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan status tekanan darah.Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis dan hormon stres sehingga memicu peningkatan tekanan darah. Tingginya proporsi mahasiswa dengan kualitas tidur buruk dipengaruhi beban akademik, pola tidur tidak teratur, dan penggunaan gadget berlebihan. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan status tekanan darah pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kebiasaan tidur yang sehat serta pemantauan tekanan darah secara rutin guna mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular sejak dini.
Poor sleep quality has the potential to disrupt cardiovascular regulation through increased sympathetic nervous system activity and stress hormone levels, thereby affecting blood pressure. This problem is commonly found among nursing students who face high academic demands, irregular schedules, and excessive gadget use late at night. This study aimed to analyze the relationship between sleep quality and blood pressure status among sixth semester students of the Bachelor of Nursing Study Program at STIKes Maharani Malang. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of all sixth-semester nursing undergraduate students at STIKes Maharani Malang, totaling 120 students. The sample included 120 respondents selected using a total sampling technique. Data analysis included univariate analysis with frequency distribution, showing that most students had poor sleep quality (85 students, 70.8%), while 35 students (29.2%) had good sleep quality. Students with good sleep quality tended to have normal blood pressure (29 students), whereas those with poor sleep quality mostly experienced prehypertension (36 students) and hypertension (35 students). Bivariate analysis using the Chi-square test (α = 0.05) showed a value of X² = 50.666 with p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between sleep quality and blood pressure status. Poor sleep quality can increase sympathetic nervous system activity and stress hormones, thereby triggering elevated blood pressure. The high proportion of students with poor sleep quality is influenced by academic workload, irregular sleep patterns, and excessive gadget use. In conclusion, there is a significant relationship between sleep quality and blood pressure status among students. Therefore, efforts to improve healthy sleep habits and routine blood pressure monitoring are necessary to prevent early cardiovascular complications.




