HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN STIKES MAHARANI MALANG
Kata Kunci:
Intensitas Penggunaan Smartphone, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa KeperawatanAbstrak
Intensitas penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memengaruhi perilaku akademik mahasiswa, termasuk munculnya prokrastinasi akademik. Mahasiswa sering menggunakan smartphone untuk hiburan, media sosial, dan aktivitas non-akademik lainnya sehingga mengalihkan perhatian dari tugas kuliah. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan menunda pengerjaan tugas yang dapat berdampak pada rendahnya prestasi belajar, meningkatnya stres, serta menurunnya motivasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 218 Mahasiswa dan sampel berjumlah 69 mahasiswa dengan menggunakan teknik sampling Proportional Random Sampling. Instrumen intensitas penggunaan smartphone dan prokrastinasi akademik dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki intensitas penggunaan smartphone kategori sedang (43 mahasiswa; 62,3%). Tingkat prokrastinasi akademik didominasi kategori tinggi (26 mahasiswa; 37,7%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,751 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan kuat dan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan prokrastinasi akademik. Hasil statistik menunjukkan korelasi positif yang kuat, artinya peningkatan intensitas penggunaan smartphone berkaitan dengan meningkatnya kecenderungan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Temuan ini sejalan dengan teori bahwa penggunaan smartphone berlebihan mengurangi fokus belajar, memicu distraksi, serta melemahkan kontrol diri. Mahasiswa semester II yang masih dalam proses adaptasi akademik lebih rentan terdistraksi oleh media sosial dan hiburan digital. Oleh karena itu, pengaturan waktu, edukasi penggunaan smartphone, dan penguatan disiplin belajar diperlukan untuk menekan perilaku prokrastinasi.
Excessive smartphone use can influence students’ academic behavior, including the emergence of academic procrastination. Students often use their smartphones for entertainment, social media, and other non-academic activities, which divert their attention from coursework. Academic procrastination is the tendency to delay completing assignments, which may lead to low academic performance, increased stress, and decreased motivation. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 218 students, and the sample included 69 students selected using proportional random sampling. Instruments measuring smartphone use intensity and academic procrastination were collected through questionnaires. The relationship between variables was analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most students had a moderate level of smartphone use (43 students; 62.3%). The level of academic procrastination was dominated by the high category (26 students; 37.7%). The Spearman Rank test indicated a correlation coefficient of r = 0.751 with a p-value of 0.000 (p < 0.05), meaning a strong and significant relationship exists between smartphone use intensity and academic procrastination. The statistical findings indicate a strong positive correlation, suggesting that increased smartphone use intensity is associated with a higher tendency for academic procrastination. These results align with theories stating that excessive smartphone use reduces learning focus, triggers distraction, and weakens self-control. Second-semester students, who are still adapting academically, are more vulnerable to distractions from social media and digital entertainment. Therefore, time management, education on smartphone use, and strengthening study discipline are needed to reduce procrastination behavior.




