HUBUNGAN KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN ACTIVTY DAILY LIVING (ADL) DI POSYANDU LANSIA DESA SEDARUM KABUPATEN PASURUAN
Kata Kunci:
Kemampuan Kognitif, Lansia, Kemandirian, Activity Daily Living (ADL), Fungsi KognitifAbstrak
Lansia merupakan kelompok rentan yang sering mengalami penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan, yang dapat memengaruhi tingkat kemandirian dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, memahami informasi, mengambil keputusan, serta melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan kognitif dengan tingkat kemandirian lansia dalam melakukan ADL di Posyandu Lansia Desa Sedarum Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur kemampuan kognitif dan Barthel Index untuk mengukur tingkat kemandirian ADL. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan kognitif berat (52,0%) dan mayoritas memiliki tingkat ketergantungan sebagian dalam ADL (82,0%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dengan tingkat kemandirian lansia dalam melakukan ADL (p-value = 0,000; r = 0,717), dengan kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan kognitif lansia, maka semakin tinggi tingkat kemandiriannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, lansia dan keluarga disarankan untuk melakukan stimulasi kognitif seperti senam otak, latihan mengingat, membaca, dan mengikuti kegiatan sosial guna mempertahankan kemampuan kognitif serta meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal.
The elderly are a vulnerable group who often experience a decline in cognitive function due to the aging process, which can affect their level of independence in performing Activities of Daily Living (ADL). Cognitive decline in the elderly may cause difficulties in remembering, understanding information, making decisions, and carrying out daily activities independently. This study aimed to determine the relationship between cognitive ability and the level of independence of the elderly in performing ADL at the Elderly Posyandu in Sedarum Village, Pasuruan Regency. This study used a quantitative approach with a correlational analytic design and a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 50 respondents selected using a purposive sampling technique. The instruments used were the Mini Mental State Examination (MMSE) to measure cognitive ability and the Barthel Index to measure the level of independence in ADL. Data analysis was performed using the Spearman Rank test with a significance level of α = 0.05. The results showed that most respondents experienced severe cognitive impairment (52.0%) and the majority had partial dependence in ADL (82.0%). Statistical test results showed a significant relationship between cognitive ability and the level of independence in performing ADL (p-value = 0.000; r = 0.717), with a strong positive correlation. This indicates that the better the cognitive ability of the elderly, the higher their level of independence in carrying out daily activities. Based on these findings, elderly individuals and their families are recommended to engage in cognitive stimulation activities such as brain exercises, memory training, reading, and participating in social activities to maintain cognitive function and improve independence in daily activities optimally.




