HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK KELAS 3, 4 DAN 5 DI SDN SANGANOM 1 PASURUAN

Penulis

  • Dwi Putri Maulidyah STIKES Maharani Malang
  • Sismala Harningtyas STIKES Maharani Malang

Kata Kunci:

Intensitas Penggunaan Gadget, Perilaku Sulit Makan, Anak Usia Sekolah

Abstrak

Penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar semakin meningkat seiring perkembangan teknologi. Penggunaan gadget yang berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi perilaku anak, termasuk perilaku makan. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung kurang memperhatikan waktu makan dan lebih fokus bermain sehingga berisiko mengalami perilaku sulit makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan perilaku sulit makan pada anak kelas 3, 4, dan 5 di SDN Sanganom 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5 SDN Sanganom 1 Pasuruan dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan gadget dan perilaku sulit makan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan gadget kategori tinggi dan sebagian responden mengalami perilaku sulit makan. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,425 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perilaku sulit makan pada anak. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku sulit makan. Faktor lain seperti pola asuh orang tua, kebiasaan makan anak, lingkungan keluarga, serta pendampingan saat makan dapat memengaruhi perilaku makan anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku sulit makan pada anak, seperti pola asuh orang tua, kebiasaan makan dalam keluarga, status gizi, dan lingkungan sosial anak, dengan jumlah sampel yang lebih besar serta cakupan wilayah penelitian yang lebih luas.

Gadget use among elementary school-aged children is increasing along with technological advancements. Excessive gadget use is feared to affect children's behavior, including eating behavior. Children who use gadgets excessively tend to pay less attention to mealtimes and focus more on play, putting them at risk of developing eating disorders. This study aimed to determine the relationship between gadget use intensity and eating disorders in third-, fourth-, and fifth-grade children at Sanganom 1 Elementary School, Pasuruan. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was all third-, fourth-, and fifth-grade students at Sanganom 1 Elementary School, Pasuruan, with a sample size of 54 respondents using a total sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire on gadget use intensity and eating disorders. Data analysis used the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had high gadget use intensity, and some respondents experienced eating disorders. The Chi-Square test results obtained a significance value of 0.425 (p > 0.05), so there is no significant relationship between the intensity of gadget use and the behavior of difficult eating in children. This result indicates that gadget use is not the only factor that influences the behavior of difficult eating. Other factors such as parenting patterns, children's eating habits, family environment, and assistance during meals can influence children's eating behavior. Further research is recommended to examine other factors that may influence children's eating behavior, such as parenting patterns, family eating habits, nutritional status, and the child's social environment, with a larger sample size and a wider research area.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30