HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI IGD RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Penulis

  • Umi Saifatur Rohimah STIKes Maharani Malang
  • Risna Yekti Mumpuni STIKes Maharani Malang

Kata Kunci:

Komunikasi Terapeutik, Kecemasan Keluarga, IGD

Abstrak

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang memberikan penanganan cepat pada kondisi kegawatdaruratan. Kondisi pasien yang membutuhkan tindakan segera sering menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan tersebut adalah melalui komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD Rumah Sakit Baptis Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien yang mendampingi pasien di IGD serta perawat IGD. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling pada keluarga pasien dan total sampling pada perawat dengan jumlah sampel 42 keluarga pasien dan 14 perawat. Instrumen penelitian menggunakan lembar SOP komunikasi terapeutik dan kuesioner STAI (State Anxiety Inventory) untuk mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank correlation untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar r = -0,705, yang menunjukkan adanya hubungan negatif kuat antara kedua variabel. Semakin baik komunikasi yang diberikan oleh perawat maka semakin rendah tingkat kecemasan keluarga pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah komunikasi terapeutik memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD Rumah Sakit Baptis Batu. Komunikasi terapeutik yang baik berperan dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan keluarga pasien.

The Emergency Department (ED) is a hospital unit that provides immediate care for patients with emergency conditions. The critical condition of patients often causes anxiety among family members. One effort that can help reduce this anxiety is therapeutic communication provided by nurses. This study aimed to determine the relationship between therapeutic communication and the anxiety levels of patients’ family members in the Emergency Department of Baptis Batu Hospital. This study employed a quantitative method with a correlational analytic design and a cross-sectional approach. The study population consisted of patients’ family members accompanying patients in the Emergency Department and ED nurses. The sampling technique used quota sampling for family members and total sampling for nurses, resulting in 42 family members and 14 nurses as respondents. Data were collected using a therapeutic communication Standard Operating Procedure (SOP) observation sheet and the State Anxiety Inventory (STAI) questionnaire to assess family anxiety levels. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation test to examine the relationship between nurses’ therapeutic communication and family anxiety levels. The results showed a correlation coefficient of r = -0.705 with a p-value < 0.001, indicating a strong negative relationship between the two variables. Better therapeutic communication provided by nurses was associated with lower anxiety levels among patients’ family members. In conclusion, therapeutic communication was significantly associated with the anxiety levels of patients’ family members in the Emergency Department of Baptis Batu Hospital. Effective therapeutic communication plays an important role in helping reduce family anxiety during emergency situations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30