HUBUNGAN SARAPAN PAGI DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA DI SDN SANGANOM 1 PASURUAN

Penulis

  • Rani Sri Wahyuni STIKes Maharani Malang

Kata Kunci:

Sarapan Pagi, Konsentrasi Belajar, Anak Sekolah

Abstrak

Konsentrasi belajar merupakan faktor kunci dalam keberhasilan akademik siswa, namun sering kali terganggu oleh persiapan fisik yang kurang optimal, seperti melewatkan sarapan pagi. Sarapan pagi berfungsi sebagai penyedia glukosa utama yang dibutuhkan untuk fungsi kognitif otak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa di SDN Sanganom 1 Pasuruan. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN Sanganom 1 Pasuruan dengan jumlah sampel 53 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan sarapan dan lembar observasi konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan pagi yang baik, namun tingkat konsentrasi belajar mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 24 responden (45,3%). Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman’s Rho diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,764 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa. Dukungan nutrisi di pagi hari berperan sebagai faktor pelindung yang menjaga stabilitas fokus kognitif siswa meskipun terdapat keluhan fisik seperti kelelahan. Disarankan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk terus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan pagi guna mendukung optimalisasi performa akademik siswa di kelas.

Learning concentration is a critical factor for students' academic success, yet it is often compromised by inadequate physical preparation, such as skipping breakfast. Breakfast serves as the primary glucose provider required for brain cognitive functions. This study aims to analyze the correlation between breakfast habits and learning concentration levels among students at SDN Sanganom 1 Pasuruan. The research design employed correlational analytics with a cross-sectional approach. The population consisted of all 4th, 5th, and 6th-grade students at SDN Sanganom 1 Pasuruan, with a total sample of 53 respondents selected through total sampling. Data were collected using a breakfast habit questionnaire and a learning concentration observation sheet. Data analysis was performed using the Spearman’s Rho statistical test. The results showed that most students maintained good breakfast habits; however, the majority of students’ learning concentration levels were in the "Fair" category, involving 24 respondents (45.3%). Based on the Spearman’s Rho correlation test, a correlation coefficient of 0.764 was obtained with a significance value of 0.000 (p < 0.05). This indicates a strong and significant positive correlation between breakfast habits and students' learning concentration. Nutritional support in the morning acts as a protective factor that maintains cognitive focus stability, even in the presence of physical complaints such as fatigue. It is recommended that schools and parents continue to increase education regarding the importance of breakfast to support the optimization of students' academic performance in class.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30