HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI UJIAN OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DI STIKES MAHARANI MALANG
Kata Kunci:
Self-Efficacy, Tingkat Kecemasan, OSCE, Mahasiswa KeperawatanAbstrak
Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu bentuk evaluasi praktik yang sering menimbulkan kecemasan pada mahasiswa keperawatan. Kecemasan yang berlebihan dapat memengaruhi performa mahasiswa, sehingga diperlukan faktor yang dapat membantu mengendalikan kecemasan, salah satunya adalah self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian OSCE di STIKES Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif cross-sectional. Instrumen penelitian berupa Kuesioner General Self- Efficacy (GSE) dan German Test Anxiety Inventory (TAI-G), dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank melalui SPSS. Hasil menunjukkan Sebagian besar mahasiswa (71,9%) memiliki Self-Efficacy yang tinggi dan hampir seluruhnya (79,7%) memiliki Tingkat kecemasan sedang. Analisis menghasilkan nilai koefisien korelasi r = - 0,386 dengan signifikasi p = 0,002 ( p< 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan, yang berarti semakin tinggi self-efficacy maka tingkat kecemasan cenderung menurun. Nilai korelatif negatif menunjukkan hubungan berlawanan arah antara self-efficacy dengan Tingkat kecemasan meskipun kekuatannya rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian OSCE. Oleh karena itu, peningkatan self-efficacy perlu diperhatikan sebagai upaya untuk membantu mahasiswa dalam mengelola kecemasan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ujian praktik.
The Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is a form of practical evaluation that often causes anxiety among nursing students. Excessive anxiety can affect students’ performance; therefore, factors that can help control anxiety are needed, one of which is self-efficacy. This study aimed to determine the relationship between self-efficacy and anxiety levels of nursing students in facing the OSCE at STIKES Maharani Malang. This study used a quantitative approach with a descriptive correlational cross-sectional design. The research instruments were the General Self-Efficacy (GSE) questionnaire and the German Test Anxiety Inventory (TAI-G). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test through SPSS. The results showed that most students (71.9%) had high self- efficacy, and almost all (79.7%) experienced moderate levels of anxiety. The analysis yielded a correlation coefficient of r = -0.386 with a significance value of p = 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between self-efficacy and anxiety levels. This means that the higher the self-efficacy, the lower the anxiety level tends to be. The negative correlation indicates an inverse relationship between self-efficacy and anxiety levels, although with weak strength. In conclusion, there is a significant negative relationship between self- efficacy and anxiety levels among nursing students in facing the OSCE. Therefore, improving self-efficacy is important as an effort to help students manage anxiety and enhance their readiness in facing practical examinations.




