PENGARUH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG
Kata Kunci:
Dark Chocolate, Dismenore Primer, Intensitas Nyeri, Kesehatan Reproduksi, Terapi NonfarmakologiAbstrak
Pendahuluan: Kesehatan reproduksi remaja putri menjadi perhatian penting karena perubahan fisik dan hormonal yang mereka alami. Dismenore primer, atau nyeri haid, merupakan masalah umum yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Dark Chocolate muncul sebagai opsi terapi nonfarmakologi yang menjanjikan dalam mengurangi nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Dark Chocolate terhadap intensitas dismenore primer pada remaja putri di Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain studi Pre-Experimental Design, khususnya One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel sebanyak 31 remaja putri dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui SOP pemberian Dark Chocolate dan pengukuran intensitas dismenore primer menggunakan skala Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon paird test. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden (80,6%) mengalami nyeri dismenore primer dalam kategori berat. Setelah intervensi Dark Chocolate, seluruh responden (100%) mengalami nyeri dalam kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tingkat nyeri setelah pemberian Dark Chocolate. Kesimpulan: Dark Chocolate efektif mengurangi intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri di Kota Malang. Penelitian ini menunjukkan potensi Dark Chocolate sebagai alternatif terapi nonfarmakologi yang dapat membantu mengatasi masalah nyeri haid pada remaja putri. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi mekanisme dan dosis optimal pemberian Dark Chocolate serta efek jangka panjangnya terhadap nyeri dismenore primer.
Introduction: The reproductive health of adolescent girls is an important concern because of the physical and hormonal changes they experience. Primary dysmenorrhea, or painful menstruation, is a common problem that can affect a person's quality of life. Dark chocolate has emerged as a promising non-pharmacological therapy option for reducing menstrual pain. This study aims to determine the effect of giving dark chocolate on the intensity of primary dysmenorrhea in adolescent girls in Malang City. Methods: This research uses an experimental approach with a pre-experimental design study design, especially a one-group pretest-posttest design. We selected a sample of 31 young women using a purposive sampling method. DWe collected data using the SOP for administering dark chocolate and measuring the intensity of primary dysmenorrhea using the Visual Analog Scale (VAS). We conducted data analysis using the Wilcoxon paired statistical test. Results: Before the intervention, the majority of respondents (80.6%) experienced primary dysmenorrhea pain in the severe category. After the Dark Chocolate intervention, all respondents (100%) experienced pain in the mild category. The Wilcoxon test results showed a significant change in pain levels after the administration of dark chocolate. Conclusion: Dark chocolate is effective in reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain in adolescent girls in Malang City. This research shows the potential of dark chocolate as an alternative non-pharmacological therapy that can help overcome the problem of menstrual pain in adolescent girls. The mechanism and optimal dose of dark chocolate administration, as well as its long-term effects on primary dysmenorrhea pain, require further research.