GRIT DAN JOB CRAFTING PADA KARYAWAN GENERASI Z DI ERA KERJA MODERN PADA PT PERKAYUAN X TEMANGGUNG

Penulis

  • Fransiska Alfa Mega Fiani Universitas Kristen Satya Wacana
  • Sutarto Wijono Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Grit, Job Crafting, Generasi Z, Karyawan, Dunia Kerja Modern

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dengan job crafting pada karyawan Generasi Z di PT Perkayuan X Temanggung. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 95 orang karyawan yang berusia antara 18 hingga 28 tahun dan bekerja di bagian Barecore. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Grit Scale versi Original (Grit-O) yang dikembangkan oleh Duckworth, Peterson, Matthews, dan Kelly (2007) untuk mengukur tingkat grit, serta Job Crafting Scale (JCS) dari Tims, Bakker, dan Derks (2012) untuk mengukur perilaku job crafting. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS versi 31.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara grit dan job crafting dengan nilai koefisien korelasi r = 0,248 dan p = 0,015 (p < 0,05). Hal ini berarti semakin tinggi tingkat grit yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka dalam melakukan job crafting di tempat kerja. Nilai koefisien determinasi (r² = 0,061) menunjukkan bahwa grit memberikan sumbangan sebesar 6,1% terhadap job crafting, sementara 93,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki tingkat grit pada kategori sedang dan tingkat job crafting pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun ketekunan dan konsistensi karyawan belum tergolong tinggi, mereka tetap mampu menyesuaikan pekerjaan secara proaktif untuk menciptakan makna dan meningkatkan keterlibatan dalam pekerjaan.

This study aims to examine the relationship between grit and job crafting among Generation Z employees at PT Perkayuan X Temanggung. The participants in this research consisted of 95 employees aged 18 to 28 years who worked in the Barecore division. This study employed a quantitative approach with a correlational design and used purposive sampling as the sampling technique. The instruments used were the Original Grit Scale (Grit-O) developed by Duckworth, Peterson, Matthews, and Kelly (2007) to measure grit, and the Job Crafting Scale (JCS) developed by Tims, Bakker, and Derks (2012) to measure job crafting. Data analysis was carried out using the Pearson Product Moment correlation test assisted by SPSS version 31.0 for Windows. The results showed a positive and significant relationship between grit and job crafting, with a correlation coefficient of r = 0.248 and a significance value of p = 0.015 (p < 0.05). This indicates that the higher the level of grit employees possess, the higher their tendency to engage in job crafting behavior. The coefficient of determination (r² = 0.061) revealed that grit contributes 6.1% to job crafting, while the remaining 93.9% is influenced by other factors outside this study. The categorization results showed that most employees had a moderate level of grit and a high level of job crafting. These findings suggest that although employees’ perseverance and consistency are not yet optimal, they are still able to proactively adjust their work to create meaning and enhance engagement in the modern work environment.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28