STRES KERJA DAN WORK-LIFE BALANCE PADA TENAGA PENDIDIK GENERASI Z DI INSTANSI PENDIDIKAN SWASTA DI KABUPATEN SEMARANG

Penulis

  • Natasya Kinanthi Widiastuti Universitas Kristen Satya Wacana
  • Sutarto Wijono Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Stres Kerja, Work-Life Balance, Generasi Z, Tenaga Pendidik

Abstrak

Stres kerja merupakan kondisi yang umum dialami oleh tenaga pendidik akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, baik dari aspek akademik maupun administratif. Pada Generasi Z, stres kerja dapat memengaruhi cara individu mengelola keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan work-life balance pada tenaga pendidik Generasi Z di instansi pendidikan swasta Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 199 responden tenaga pendidik Generasi Z yang bekerja pada jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas di instansi pendidikan swasta Kabupaten Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah skala stres kerja yang dikembangkan oleh Robbins dan skala work-life balance yang dikembangkan oleh Fisher. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif ddan signifikan antara stres kerja dan work-life balance dengan nilai koefisien korelasi sebesar r =0,405 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja, maka semakin tinggi pula work-life balance pada tenaga pendidik Generasi Z. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan institusi pendidikan dalam membantu tenaga pendidik mengelola stres kerja agar mampu mempertahankan keseimbangan kehidupan kerja

Work stress is a common condition experienced by educators due to high job demands, both from academic and administrative aspects. In Generation Z, work stress can affect how individuals manage the balance between work life and personal life. This study aims to determine the relationship between work stress and work-life balance among Generation Z educators in private educational institutions in Semarang Regency. This study uses a quantitative approach with a correlational design and involves 199 Generation Z educators respondents working at junior and senior high school levels in private educational institutions in Semarang Regency. The measurement tools used are the work stress scale developed by Robbins and the work-life balance scale developed by Fisher. The results of the analysis using Spearman correlation test show a positive and significant relationship between work stress and work-life balance with a correlation coefficient value of r = 0,405(p < 0,05). This finding indicates that the higher the level of work stress, the higher the work-life balance among Generation Z educators. The implications of this study highlight the importance of educational institution support in helping educators manage work stress in order to maintain work-life balance

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28