RESILIENSI KELUARGA PADA IBU DEWASA MUDA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (DOWN SYNDROME)

Penulis

  • Michelle Ayuni Sukowati Universitas Kristen Satya Wacana
  • Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Dipilih:Resiliensi Keluarga, Ibu Dewasa Muda, Anak Berkebutuhan Khusus, Dukungan Sosial, Rasa Syukur

Abstrak

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika resiliensi pada Ibu Dewasa Muda yang merawat Anak Berkebutuhan Khusus melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari tiga ibu (S, C, dan F) yang berusia 25–35 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini kemudian dianalisis berdasarkan dari aspek regulasi emosi, optimisme, empati, efikasi diri, kontrol terhadap impuls, kemampuan menganalisis masalah, pencapaian. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi ibu dipengaruhi oleh pergulatan batin dan perbandingan sosial negatif di awal pengasuhan, namun sebagian ibu menunjukkan penerimaan dini berkat kesiapan mental. Para ibu mengatasi kesulitan melalui transformasi emosional dari ketidak-terimaan menjadi rasa syukur yang diperkuat oleh perbandingan positif. Dukungan sosial dari suami (pembagian tugas), keluarga, dan komunitas secara signifikan membantu ibu mengurangi tekanan dan meningkatkan keyakinan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan dukungan yang responsif dan perubahan kognitif menuju rasa syukur dapat meningkatkan ketahanan mental (resiliensi) ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan.

This qualitative study aims to describe the dynamics of resilience in Young Adult Mothers caring for Children with Special Needs, utilizing a qualitative approach with a phenomenological design. Participants consisted of three mothers (S, C, and F) aged 25–35 years. Data were collected through in-depth interviews and documentation. The research was subsequently analyzed based on the aspects of emotion regulation, optimism, emphaty, self efficacy, impuls control, causal analysis, reaching out. The results indicate that the mothers' resilience was influenced by inner struggle and negative social comparison during the initial stages of parenting, though some mothers demonstrated early acceptance due to mental preparedness. The mothers overcame difficulties through an emotional transformation from non-acceptance to gratitude, which was strengthened by positive comparison. Social support from husbands (task sharing), family, and the community significantly helped the mothers reduce stress and increase self-confidence. The study concludes that a responsive support environment and a cognitive shift towards gratitude can enhance the mothers' mental toughness (resilience) in facing parenting challenges.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31