HUBUNGAN ANTARA MENTAL TOUGHNESS DENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET BELA DIRI KARATE

Penulis

  • Nova Elisa Fitri Universitas Kristen Satya Wacana
  • Wahyuni Kristinawati Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Mental Toughness, Kecemasan Bertanding, Atlet Karate, Korelasional, Psikologi Olahraga

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan psikologis yang tinggi pada atlet bela diri karate, khususnya pada tingkat sabuk coklat yang berada pada fase transisi menuju tingkat yang lebih tinggi, sehingga sering mengalami kecemasan bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dengan kecemasan bertanding pada atlet bela diri karate sabuk coklat yang pernah mengikuti pertandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 99 atlet karate sabuk coklat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Mental Toughness Index (MTI) untuk mengukur mental toughness dan Sport Anxiety Scale (SAS) untuk mengukur kecemasan bertanding. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara mental toughness dengan kecemasan bertanding dengan nilai korelasi r = -0,267 dan signifikansi p = 0,008 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi mental toughness yang dimiliki atlet, maka semakin rendah kecemasan bertanding yang dialami, dan sebaliknya. Secara umum, mental toughness dan kecemasan bertanding pada subjek penelitian berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mental toughness memiliki peran penting dalam membantu atlet mengelola tekanan psikologis saat menghadapi pertandingan. Oleh karena itu, peningkatan mental toughness perlu menjadi perhatian dalam pembinaan atlet untuk membantu mengurangi kecemasan bertanding dan meningkatkan performa atlet.

This study was conducted due to the high psychological demands experienced by karate athletes, particularly brown belt athletes who are in a transitional stage toward higher levels and often experience competitive anxiety. The aim of this study was to examine the relationship between mental toughness and competitive anxiety among brown belt karate athletes who have participated in competitions. This research used a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 99 brown belt karate athletes. Data were collected using the Mental Toughness Index (MTI) to measure mental toughness and the Sport Anxiety Scale (SAS) to measure competitive anxiety. Data analysis was conducted using Pearson correlation analysis with SPSS software. The results revealed a significant negative relationship between mental toughness and competitive anxiety, with a correlation coefficient of r = -0.267 and a significance value of p = 0.008 (p < 0.05). These findings indicate that higher levels of mental toughness are associated with lower levels of competitive anxiety, and vice versa. Overall, both mental toughness and competitive anxiety among the participants were in the moderate category. The results suggest that mental toughness plays an important role in helping athletes manage psychological pressure during competitions. Therefore, developing mental toughness should be considered an essential aspect of athlete training programs to reduce competitive anxiety and improve athletic performance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31