Perspektif Agama dan Identitas
https://ojs.co.id/1/index.php/pai
id-IDPerspektif Agama dan IdentitasPERAN TOKOH AGAMA DALAM MENGEMBANGKAN DESTINASI WISATA DANAU TARUSAN KAMANG DI NAGARI KAMANG MUDIAK KABUPATEN AGAM
https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/4394
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam pengembangan destinasi wisata Danau Tarusan Kamang di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Fenomena wisata di daerah ini unik karena tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga sangat terikat dengan nilai-nilai religius dan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama delapan informan yang terdiri dari tokoh agama, pengelola wisata, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori Dramaturgi Erving Goffman untuk membedah manajemen kesan yang dilakukan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai "sutradara nilai" yang mengelola kesan destinasi melalui empat fungsi utama: (1) Pembimbing spiritual, yang mengubah paradigma wisata menjadi sarana tadabbur alam; (2) Pendidik moral, yang menyusun naskah etika dan perilaku bagi pengelola dan masyarakat; (3) Pengontrol sosial, yang menjaga integritas panggung depan (front stage) dari pengaruh negatif budaya luar; dan (4) Penengah konflik, yang menyelesaikan dinamika sengketa di panggung belakang (back stage) melalui musyawarah. Secara keseluruhan, keterlibatan tokoh agama memastikan pengembangan pariwisata berjalan selaras dengan upaya menjaga marwah nagari dan identitas religius masyarakat. Keberhasilan manajemen kesan ini menciptakan citra Danau Tarusan Kamang sebagai destinasi wisata yang bermartabat dan religius.</p> <p>This study aims to analyze the role of religious leaders in the development of the Tarusan Kamang Lake tourist destination in Kamang Mudiak Village, Agam Regency. The tourism phenomenon in this area is unique because it relies not only on natural beauty but also closely ties to religious values and the philosophy of the Basandi Syarak tradition, Syarak Basandi Kitabullah. The research method used was descriptive qualitative with a sociological approach. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with eight informants consisting of religious leaders, tourism managers, local residents, and tourists. Data analysis was conducted using Erving Goffman's Dramaturgy theory to examine the image management practices employed by religious leaders. The results show that religious leaders act as "value directors" who manage the image of the destination through four main functions: (1) Spiritual guides, who transform the tourism paradigm into a means of contemplating nature; (2) Moral educators, who develop ethical and behavioral scripts for managers and the community; (3) Social controllers, who maintain the integrity of the front stage from the negative influences of external cultures; and (4) Conflict mediators, who resolve the dynamics of disputes behind the scenes through deliberation. Overall, the involvement of religious leaders ensures that tourism development aligns with efforts to maintain the dignity of the village and the religious identity of the community. The success of this image management creates the image of Lake Tarusan Kamang as a dignified and religious tourist destination.</p>Reza NugrahaNoor Fadlli Marh
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-02-282026-02-28112PENDEKATAN KEPEMIMPINAN
https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/4404
<p>kepemimpinan tidak dapat dipahami hanya sebagai kewenangan formal yang melekat pada jabatan tertentu, melainkan sebagai proses yang melibatkan hubungan sosial, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan secara efektif. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan sering kali menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi. Untuk menjalankan kepemimpinan secara efektif perlu adanya pemahaman terkait pendekatan-pendekatan apa saja yang ada di dalam sebuah teori kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka atau studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada penelaahan konsep dan teori mengenai pendekatan kepemimpinan yang telah dikemukakan oleh para ahli. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber tertulis, terutama buku teks akademik berbahasa Indonesia dan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Secara keseluruhan, masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan keterbatasan yang saling melengkapi. Pendekatan sifat berguna untuk identifikasi calon pemimpin, pendekatan perilaku memfasilitasi pengembangan keterampilan, sedangkan pendekatan situasional mendorong adaptasi yang efektif. Integrasi ketiga pendekatan ini dapat membentuk kerangka kepemimpinan yang komprehensif, memungkinkan pemimpin untuk beroperasi secara efektif dan efisien dalam menghadapi tantangan organisasi yang berubah-ubah.</p>HerlinawatiMarani KelahShifa Siti Fatimatu Zahro
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-02-282026-02-28112