Perspektif Agama dan Identitas https://ojs.co.id/1/index.php/pai id-ID Perspektif Agama dan Identitas TEKNIK DAN STARATEGI PENGEMBANGAN MATERI AJAR https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2592 <p>Pengembangan materi ajar merupakan proses sistematis yang penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Jurnal ini membahas berbagai teknik dan strategi yang bisa digunakan oleh pendidik untuk menentukan dan mengembangkan materi pembelajaran yang efektif dan efisien. Masalah umum yang dihadapi oleh guru, seperti pemilihan materi yang tepat, sumber belajar yang beragam, serta urutan penyajian yang logis, diidentifikasi dan diuraikan. Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan peserta didik, penentuan tujuan pembelajaran, serta evaluasi dan revisi materi. Ditekankan bahwa pengembangan bahan ajar dapat mencakup berbagai sumber dan tidak terbatas pada buku teks lain seperti internet, multimedia, dan pengalaman langsung. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan siswa dapat lebih terlibat dan Menguasai materi pembelajaran dengan baik, sehingga mendukung peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.</p> <p><em>Teaching material development is an important systematic process in supporting learning activities. This journal discusses various techniques And approaches that educators can employ to choose and enhance. effective and efficient teaching materials. Common problems faced by teachers, such as the selection of appropriate materials, diverse learning resources, and logical order of presentation, are identified and outlined. The development process includes analyzing learners' needs, determining learning objectives, and evaluating and revising materials. It is emphasized that the development of teaching materials is not only limited to textbooks, but can also include various other sources such as the internet, multimedia, and hands-on experience. With the right approach, it is expected that students can be more involved and understand the subject matter well, thus improving the overall quality of education.</em></p> Asrayani Arni Ayu Lestari Linda Agustina Wafika Umi Nur Kholifatun Mabrur Siddiq Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 VALIDITAS TES https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2573 <p>Validitas merupakan aspek penting yang memastikan tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang valid dalam konteks pendidikan. Validitas tes merupakan ketetapan hasil dari suatu tes. Validitas tes sangat diperlukan dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengukur seberapa konkrit tes yang diberikan kepada peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes memiliki validitas yang tinggi berdasarkan analisis ahli (expert judgment) serta korelasi yang signifikan antara skor tes dengan indikator yang diukur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas tes sebagai instrumen evaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen evaluasi yang berkualitas di masa depan.</p> <p><em>Validity is an important aspect that ensures the test is able to measure what it should measure in accordance with the stated objectives. These findings indicate that the developed test can be used as a valid evaluation tool in an educational context. Test validity is the determination of the results of a test. Test validity is very necessary in education which aims to measure how concrete the tests given to students are. The results of the analysis show that the test instrument has high validity based on expert judgment and a significant correlation between the test score and the indicators measured. This research aims to test the validity of tests as evaluation instruments used in the learning process. It is hoped that this research can contribute to the development of quality evaluation instruments in the future.</em></p> Wawan Arbeni Siti Ully Azhar Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 IMPLEMENTASI METODE DISKUSI TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH DI MTs NURUL IKHLAS SIDOARJO https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2623 <p>Penelitian ini meneliti proses dalam mengimplementasikan metode diskusi teman sebaya dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran fiqih di MTs Nurul Ikhlas Sidoarjo sebagai upaya untuk membentuk kepribadian peserta didik yang bermutu. Sekolah ini menitikberatkan pada proses diskusi teman sebaya Upaya meningkatkan rasa minat belajar Pelajaran maple fiqih. Penerapan ini tidak membentuk kelompok teman sebaya dalam bentuk diskusi maple fiqih, tetapi juga membangun karakter untuk memiliki rasa minat belajar dengan tujuan agar peserta didik dapat menjadi peserta didik yang bermutu dan berwawasan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pendidikan di MTs Nurul Ikhlas Sidoarjo dalam membentuk kepribadian peserta didik yg berkualitas. Fokus utama adalah menjadikan bagaimana penerapan metode diskusi teman sebaya untuk meningkatkan minat belajar sekolah diimplementasikan untuk membentuk kepribadian peserta didik, serta mengeksplorasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, di mana penulis melakukan penelitian berdasarkan peristiwa yang terjadi dan terlibat langsung dalam proses internalisasi pembelajaran sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ini didukung oleh lingkungan sekolah dan pesantren yang disiplin dan religius, kurikulum yang integratif, serta peran aktif pengasuh dan dewan guru sebagai teladan dan pembimbing. Meskipun demikian, tantangan seperti perbedaan latar belakang dan motivasi peserta didik, serta keterbatasan fasilitas di sekolah, masih menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan penerapan diskusi dalam sekolah. Kolaborasi erat antara sekolah, pesantren, orang tua, dan masyarakat dianggap krusial dalam mendukung proses ini. Peserta didik yang telah mengalami pendidikan di Mts Nurul Ikhlas menyatakan pengalaman mereka sebagai sangat berharga, yang telah meningkatkan kualitas pribadi dan kesiapan mereka dalam berdiskusi teman sebaya yang membentuk rasa minat belajar sebagai bekal hidup bermasyarakat untuk terampil dan berani berargumen.</p> <p><em>This research examines the process of implementing the peer discussion method in increasing students' interest in learning fiqh at MTs Nurul Ikhlas Sidoarjo as an effort to form high-quality students' personalities. This school focuses on the peer discussion process. Efforts to increase interest in learning Maple fiqh lessons. This application does not form peer groups in the form of maple fiqh discussions, but also builds character to have a sense of interest in learning with the aim that students can become quality students. and broad-minded. This research aims to identify and analyze the educational process at MTs Nurul Ikhlas Sidoarjo in forming quality student personalities. The main focus is on how the application of the peer discussion method to increase interest in school learning is implemented to shape students' personalities, as well as exploring the supporting and inhibiting factors in this process. This research uses a qualitative phenomenological method, where the author conducted research based on events that occurred and was directly involved in the process of internalizing school learning. The research results show that this process is supported by a disciplined and religious school and Islamic boarding school environment, an integrative curriculum, as well as the active role of caregivers and teacher councils as role models and mentors. However, challenges such as differences in student backgrounds and motivations, as well as limited facilities in schools, are still obstacles that need to be overcome to increase the effectiveness of the learning process and implementation of discussions in schools. Close collaboration between schools, Islamic boarding schools, parents and the community is considered crucial in supporting this process. Students who have experienced education at Mts Nurul Ikhlas state that their experience is very valuable, which has improved their personal quality and readiness in discussing with peers which has formed a sense of interest in learning as a provision for life in society to be skilled and brave in arguing.</em></p> Solchan Ghozali Abdul Aziz Mansur Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIPLE INTELIGENCES DI SD NEGERI 02 KESESI https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2588 <p>Multiple Intelligences dapat mengakomodasi kecerdasan linguistik-verbal, matematis-logis, visual-spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensialis siswa. Penerapan pendekatan Multiple Intelligences dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 02 Kesesi terbukti efektif dalam mengembangkan berbagai aspek kecerdasan siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru PAI kelas 3 serta dua siswa kelas 3. Hasilnya menunjukkan pada proses penerapa dari berbagai metode pembelajaran diterapkan oleh guru, seperti cerita, diskusi, studi kasus, kerja kelompok, penggunaan media gambar atau video, praktik ibadah, tutor teman sebaya, belajar di luar kelas, dan refleksi diri. Metode-metode ini bertujuan untuk mengenal potensi siswa lebih dalam serta menumbuhkan minat mereka terhadap pembelajaran PAI. Evaluasi pembelajaran juga mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman materi yang lebih baik, tetapi juga merasakan keharmonisan dalam interaksi dengan guru, yang berdampak positif terhadap suasana belajar yang kondusif. Secara keseluruhan, penerapan Multiple Intelligences dalam pembelajaran PAI berhasil menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan menyenangkan bagi siswa, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.</p> Amalia Zulfa Rizalullah Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PAI: BUKU TEKS, MEDIA DIGITAL, DAN SUMBER REFERENSI https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2605 <p>Sumber belajar merupakan komponen penting dalam proses pengajaran yang mempermudah peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ditetapkan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), sumber belajar meliputi buku teks, media digital, dan sumber referensi yang dapat mendukung proses transfer pengetahuan agama Islam kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran PAI, serta mengkaji kelebihan dan kelemahan masing-masing sumber belajar tersebut. Buku teks sebagai sumber utama memberikan materi yang terstruktur, sementara media digital menawarkan akses fleksibel dan interaktif. Sumber referensi mendalamkan pemahaman siswa terkait materi PAI. Berdasarkan hasil pembahasan, penggunaan berbagai jenis sumber belajar secara terpadu dapat meningkatkan efektivitas dan keberagaman pembelajaran PAI, yang pada akhirnya dapat mendukung pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dengan lebih baik</p> <p><em>Learning resources are an essential component in the teaching process that facilitate students in achieving the learning objectives and competencies set. In the context of Islamic Religious Education (PAI), learning resources include textbooks, digital media, and reference sources that support the process of transferring Islamic knowledge to students. This study aims to identify the types of learning resources used in PAI t eaching, as well as to examine the advantages and disadvantages of each of these resources. Textbooks, as the primary source, provide structured material, while digital media offers flexible and interactive access. Reference sources deepen students' understanding of PAI material. Based on the discussion, the integrated use of various types of learning resources can enhance the effectiveness and diversity of PAI teaching, ultimately supporting a better understanding and application of Islamic teachings</em></p> Asmaul Husna Eka Fitriani Lisnawati R Khaerah Masrurah Umi Nur Kholifatun Anugrah Ainul Yakin Asep Nurjaman Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 KONSEP WASATIYAH DALAM ISLAM https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2583 <p>Konsep wasatiyah dalam Islam merupakan prinsip moderasi yang menjadi inti ajaran Islam dalam membangun keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan. Wasatiyah berasal dari kata "wasat," yang berarti tengah, adil, atau seimbang. Konsep ini menekankan pentingnya menjalankan ajaran agama tanpa berlebihan (ghuluw) maupun mengabaikan (tafrit) nilai-nilai Islam. Dalam Al-Qur'an, wasatiyah disebut sebagai ciri umat Islam, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 143. Prinsip ini mencakup dimensi teologis, sosial, dan kultural, yang meliputi moderasi dalam ibadah, hubungan antarmanusia, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks global. Wasatiyah juga relevan dalam mendorong toleransi dan harmoni dalam masyarakat multikultural. Ia menjadi landasan untuk mengatasi ekstremisme dan radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas sosial. Dalam implementasinya, konsep ini mencakup pemahaman terhadap keadilan, keseimbangan hak dan kewajiban, serta penghargaan terhadap perbedaan. Sebagai pendekatan yang inklusif, wasatiyah mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi yang sering kali memicu perpecahan. Dengan menegakkan wasatiyah, umat Islam dapat menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Prinsip ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia.</p> Muhammad Tijani Muhammad Rifky Firmansyah Abdul Ghofur Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 PENGARUH EVALUASI PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA: STUDI KUALITATIF https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2597 <p>Evaluasi pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat belajar, sekaligus memotivasi guru untuk meningkatkan serta memaksimalkan kualitas proses pembelajaran. Selain itu, evaluasi juga dapat mendorong pihak pengelola pendidikan untuk terus memperbaiki fasilitas dalam sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran sangat bergantung pada motivasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu berupaya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran evaluasi pembelajaran PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang fokus pada studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah dilakukannya evaluasi pembelajaran itu tergantung dari bagaimana cara siswa mengartikan evaluasi itu sendiri. Evaluasi pembelajaran banyak memberikan hal positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.</p> <p><em>PAI learning evaluation has an important role in encouraging students to increase their enthusiasm for learning, as well as motivating teachers to improve and maximize the quality of the learning process. Apart from that, evaluation can also encourage education administrators to continue improving school facilities. The success of the learning process really depends on students' motivation in learning. Therefore, teachers need to make efforts to foster students' learning motivation. This research aims to describe the role of PAI learning evaluation in increasing student learning motivation. The approach used in this research is a qualitative method with a library approach that focuses on literature study. Based on research results, increasing students' learning motivation after a learning evaluation is carried out depends on how students interpret the evaluation itself. Learning evaluation provides many positive things to increase student learning motivation.</em></p> Asmirandah Anisa Aibar Wijaksono Dini Millatul Aziza Husnul Fatimah Umi Nur Kholifatun Ayu Musfira Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 PENDEKATAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN NAFKAH PASANGAN LDR https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2578 <p>Fenomena Long Distance Relationship (LDR) dalam pernikahan semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. LDR menimbulkan tantangan tersendiri dalam pemenuhan nafkah, yang merupakan kewajiban suami terhadap istri dalam perspektif hukum Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan nafkah pasangan LDR dari perspektif sosiologi hukum Islam, dengan memperhatikan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan sosiologi hukum untuk menggali interaksi antara norma hukum Islam, realitas sosial, dan dinamika kehidupan rumah tangga dalam konteks LDR. Dalam kajian ini, teori interaksi sosial dan teori struktur sosial akan digunakan untuk memahami bagaimana hukum Islam diterapkan dalam situasi LDR dan bagaimana pemenuhan nafkah dapat dijalankan meskipun pasangan berada dalam jarak yang jauh.</p> Maryani Rahmi Hidayati Aziz Dewanti Muhammad Ramadhani Miftahur Rizqy Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA N 2 KOTA JAMBI https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2594 <p>Penelitian ini mengulas tentang manajemen strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan agama islam di SMA Negeri 2 Kota Jambi. Pada penelitian ini kami telah menemukan permasalahan yang menjadi topik utama yaitu kurangnya minat siswa/siswi terhadap pembelajaran (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara sekolah beserta guru dalam meningkatkan mutu pendidikan agama islam disekolah terhadap kurang nya minat siswa/siswi pada pembelajaran (PAI). Metode yang kami gunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Adapun hasil nya yaitu 65% siswa/sisiwi merasa jenuh dan bosan bahkan malas untuk mengikuti diskusi dalam kelas saat pembelajaraan (PAI), sedangkan hasil wawancara terhadap salah satu guru (PAI) yaitu memerlukan pendekatan yang kreatif dan strategis sebagai upaya untuk meningkatkan minat siswa/siswi terhadap pembelajaran (PAI) salah satunya yaitu menggunakan pendekatan kontekstual, metode pembelajaran aktif. Dengan menerapkan strategi tersebut guru (PAI) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam yang lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran.</p> <p><em>This research reviews management strategies in improving the quality of Islamic religious education at SMA Negeri 2 Jambi City. In this research, we have found a problem that is the main topic, namely students' lack of interest in learning (PAI). This research aims to find out how schools and teachers can improve the quality of Islamic religious education in schools regarding students' lack of interest in learning (PAI). The method we use is a qualitative research method. The results are that 75% of students feel bored and bored and even lazy to participate in discussions in class during learning (PAI), while the results of interviews with one of the teachers (PAI) are that they require a creative approach and strategy as an effort to increase student interest. towards learning (PAI), one of which is using a contextual approach, active learning methods. By implementing this strategy, teachers (PAI) can improve the quality of Islamic religious education learning which is more enjoyable in the learning process.</em></p> Aris Munandar M.Kautsar Hakim Triani Putri Ahnur Ersha Athika Rindianingrum Miftahul Jannah Dahlia Wilsa Alwi Putri Audira Sentia Farasista Rahmah Muhammad Jefri Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2574 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pendekatan pembelajaran aktif dalam pengajaran matematika di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, artikel, dan sumber relevan lainnya, sebagai bagian dari teknik penelitian pustaka kualitatif. Menurut temuan penelitian, teknik pembelajaran aktif sangat penting untuk meningkatkan minat siswa dan memperbaiki hasil belajar di kelas matematika. Komunikasi yang efektif mengenai tujuan pembelajaran, peningkatan minat mental dan emosional, serta keterlibatan berbagai indera oleh siswa adalah semua faktor yang berkontribusi pada pembelajaran aktif. Meskipun memiliki kelebihan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, sosial, dan berpikir kritis siswa, pendekatan ini memiliki kekurangan, termasuk periode pelaksanaan yang lebih lama dan prosedur evaluasi yang lebih rumit. Sebagai kesimpulan, dengan perencanaan yang cukup dan pemahaman yang mendalam tentang kelebihan dan kekurangan, pembelajaran aktif dapat menjadi metode yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p> <p><em>The purpose of this study was to investigate the active learning approach in teaching mathematics in elementary school. Data is collected through library reviews from various sources, including other relevant books, journals, articles and sources, as part of qualitative literature research techniques. According to the research findings, active learning techniques are very important to increase student interest and improve learning outcomes in mathematics classes. Effective communication regarding learning objectives, increased mental and emotional interest, and the involvement of various senses by students is all factors that contribute to active learning. Although it has advantages in improving communication, social and critical thinking skills, this approach has a shortage, including a longer implementation period and a more complicated evaluation procedure. In conclusion, with sufficient planning and in-depth understanding of advantages and disadvantages, active learning can be an effective method for achieving mathematics learning goals in elementary school.</em></p> Nabila Syalsabila Sri Andriani Agus Wijaya Abrar Abira Tahmid Madjid Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 PENERAPAN METODE PENGAJARAN PAI DI TINGKAT MADRASAH TSANAWIYAH https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2590 <p>Makalah ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metode pengajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada penerapan di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter, moral, dan nilai spiritual siswa, sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam proses pengajaran, metode yang digunakan memainkan peran strategis dalam mencapai tujuan pembelajaran, terutama mengingat keragaman latar belakang dan gaya belajar siswa. Metode konvensional, seperti ceramah, diskusi, demonstrasi, dan tanya jawab, masih banyak digunakan karena mudah diterapkan dan ekonomis, meskipun sering dianggap kurang interaktif. Sebaliknya, metode inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning), memberikan pendekatan yang lebih aktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi metode konvensional dan inovatif memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Metode konvensional membantu memberikan dasar teori yang kuat, sementara metode inovatif mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengaplikasikan materi dalam konteks kehidupan nyata. Namun, implementasi metode inovatif menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya keterampilan guru dalam teknologi, serta tingkat kesiapan siswa yang bervariasi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru secara berkelanjutan, pengadaan sarana pendukung, dan integrasi teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengajaran PAI dapat mencetak siswa yang tidak hanya memahami agama Islam, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><em>This paper aims to analyze various teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) with a focus on their implementation in Madrasah Tsanawiyah (MTs). Islamic Religious Education plays a crucial role in shaping students' character, morals, and spiritual values in accordance with Islamic principles. In the teaching process, the methods employed play a strategic role in achieving educational goals, particularly given the diversity of students' backgrounds and learning styles. Conventional methods, such as lectures, discussions, demonstrations, and question-and-answer sessions, are still widely used due to their ease of application and cost-effectiveness, although they are often considered less interactive. Conversely, innovative methods, such as Project-Based Learning (PBL) and Problem-Based Learning (PBL), offer more active, creative, and relevant approaches to contemporary needs. The analysis shows that a combination of conventional and innovative methods yields optimal results in enhancing students' understanding of PAI material. Conventional methods help establish a strong theoretical foundation, while innovative methods encourage students to think critically, collaborate, and apply the material in real-life contexts. However, the implementation of innovative methods faces challenges, such as limited facilities, insufficient teacher skills in utilizing technology, and varying levels of student readiness. Therefore, continuous teacher training, the provision of supporting facilities, and the integration of information technology are needed to improve the quality of PAI learning. With these measures, PAI teaching is expected to produce students who not only understand Islamic teachings but also effectively apply its values in their daily lives.</em></p> Alam Nur Nur Syalfani Dina Nunu Eka Musfira Umi Nur Kholifatun Ahmad Mansur Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 IMPLEMENTASI MANAJEMEN PRODUKSI PELIPUTAN DAN PENYIARAN MEDIA RADIO DAN TELEVISI https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2614 <p>Proses penyiaran berita di radio tidak terlepas dari pelaksanaan manajemen penyiaran. Radio Dakta merupakan radio yang presentasenya paling tinggi dalam menyiarkan jenis informasi sebanyak 60%. Radio Dakta merupakan radio yang turut berperan aktif dalam bekerjasama dengan pemerintah serta instansi lainnya untuk menyajikan berbagai informasi ter-uptodate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen penyiaran berita di radio Dakta dalam pemenuhan informasi pendengar serta faktor pendukung dan penghambat. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen penyiaran berita radio Dakta dilakukan dengan baik. Proses manajemen penyiaran berita radio Dakta dilakukan perencanaan yang meliputi pencarian berita, penyusunan berita, pembagian berita, pelaksana penyiaran berita, tujuan penyiaran berita dan menentukan sasaran. Pengorganisasian meliputi departemenlisasi radio dan pembagian kerja. Pengarahan dan memberikan pengaruh yang meliputi motivasi, komunikasi, kepemimpinan dan pelatihan. Pengawasan yang meliputi evaluasi yang dilakukan internal dan external. Kontribusi penelitian ini memberi pemahaman cara manajemen penyiaran di sebuah radio terkait penyajian informasi-informasi yang sesuai kaidah dalam pemenuhan informasi pendengar.</p> <p><em>The process of broadcasting news on radio cannot be separated from the implementation of broadcast management. Radio Dakta is a radio station with the highest percentage in broadcasting information types as much as 60%. Radio Dakta is a radio station that actively plays a role in collaborating with the government and other agencies to present various up-to- date information. This study aims to determine the management of news broadcasting on Radio Dakta in fulfilling listeners' information as well as supporting and inhibiting factors. The research approach is qualitative. The method used is descriptive. Data collection techniques are carried out through interviews, observations and documentation. The research data analysis techniques are data reduction, data presentation, drawing conclusions. This study uses source triangulation. The results of this study indicate that the management of Dakta radio news broadcasting is carried out well. The process of managing Dakta radio news broadcasting is carried out through planning which includes news searches, news compilation, news distribution, news broadcasters, news broadcast objectives and determining targets. Organization includes radio departmentalization and division of labor. Direction and influence that includes motivation, communication, leadership and training. Supervision that includes evaluation conducted internally and externally. The contribution of this research provides an understanding of how to manage broadcasting on a radio related to the presentation of information that is in accordance with the rules in fulfilling listeners' information.</em></p> Winda Kustiawan Najwa Ulfi Rahmi ⁠Dhea Aftariza Tiara Ramadani Cintika Sopyola Nasution ⁠Azrul Mahadi Pane Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP ISLAM FATKHUL QOWIM WONOKERTO https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2586 <p><em>Islamic Education learning management is a very important element in realizing quality learning goals. Islamic Education (PAI) plays an important role in forming the personality and character of students. In the modern era full of globalization challenges, Islamic Education is expected to be able to become a strong moral fortress for the younger generation. This research uses qualitative research using the field research method which examines data related to research data. Based on research results, Fatkhul Qowim Wonokerto Islamic Middle School has carried out Islamic education learning management activities, by carrying out planning such as compiling learning tools which are part of learning planning, consisting of syllabus, prota, promissory notes, KKM, lesson material analysis, assessment and lesson plans. At the implementation stage, Fatkhul Qowim Wonokerto Islamic Middle School carried out class management. At the evaluation stage, Fatkhul Qowim Wonokerto Islamic Middle School carried out assessment standards as recommended by the Ministry of Education and Culture. Monitoring activities are carried out by the school principal once a month, monitoring is carried out by visiting several classes.</em></p> Dewi Silfiana Fachirotu Mina Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KREATIVITAS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PAI YANG INOVATIF https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2600 <p>&nbsp;Studi ini mengkaji bagaimana penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau kepustakaan untuk mengumpulkan informasi yang relevan. temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang aktif, seperti belajar dari pengalaman, bercerita, dan bermain peran, dapat memotivasi siswa dan mendorong mereka untuk berpikir lebih kreatif dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam.</p> <p><em>This study examines how the use of innovative learning methods in Islamic Religious Education subjects can improve students' creative thinking abilities. This research uses a qualitative method with a literature or literature study approach to collect relevant information. The findings of this research show that the use of active learning methods, such as learning from experience, telling stories, and role playing, can motivate students and encourage them to think more creatively in Islamic Religious Education lessons.</em></p> Al. Askar Khuzaifah Masniar Umi Nur Kholifatun Nur Nabila Rosita Izlim Dilla Ibrahim Taufik Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 STRATEGI COPING DAN MEKANISME PERTAHANAN DIRI ANAK HOMESCHOOLING DALAM MENGHADAPI ISOLASI SOSIAL DAN KURANGNYA INTERAKSI SEBAYA: Studi Grounded Theory https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2579 <p>Penelitian ini mengeksplorasi strategi coping dan mekanisme pertahanan diri yang dikembangkan oleh anak-anak homeschooling dalam menghadapi potensi isolasi sosial dan kurangnya interaksi sebaya. Menggunakan pendekatan grounded theory, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anak-anak homeschooling dan orang tua mereka. Hasil penelitian mengidentifikasi beragam strategi coping, seperti pemanfaatan teknologi untuk interaksi sosial daring, pengembangan hobi individual, dan partisipasi dalam komunitas homeschooling. Penelitian ini juga mengungkap mekanisme pertahanan diri yang mungkin digunakan, termasuk rasionalisasi, intelektualisasi, dan sublimasi. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana anak-anak homeschooling beradaptasi dengan tantangan sosial yang unik bagi gaya pendidikan ini dan berkontribusi pada literatur tentang coping, mekanisme pertahanan diri, dan adaptasi dalam konteks pendidikan alternatif.</p> <p><em>This study explores coping strategies and self-defense mechanisms developed by homeschooling children in the face of potential social isolation and lack of peer interaction. Using a grounded theory approach, data were collected through in-depth interviews with homeschooling children and their parents. The results of the study identified various coping strategies, such as the use of technology for online social interaction, the development of individual hobbies, and participation in the homeschooling community. The study also uncovered possible self-defense mechanisms, including rationalization, intellectualization, and sublimation. This research provides an in-depth understanding of how homeschooled children adapt to social challenges unique to this educational style and contributes to the literature on coping, self-defense mechanisms, and adaptation in the context of alternative education.</em></p> Zheeva Nawareeza Huda Shadra Maularosa Syahrul Ardansyah Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2595 <p>Sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dan meningkatkan pemahamannya. Optimalisasi belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari proses pembelajaran atau hasil belajar siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang siswa untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajarinya. Optimalisasi belajar merujuk pada upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Hal ini melibatkan penerapan berbagai pendekatan, strategi, dan metode yang dirancang untuk memaksimalkan hasil belajar siswa.</p> <p><em>Islamic Religious Education (PAI) learning resources are anything that can be used to help students understand lesson material and improve their understanding. This learning optimization can be seen not only from the learning process or student learning outcomes with various sources that can stimulate students to learn and accelerate understanding and mastery of the fields of science they are studying. Learning optimization refers to efforts to increase the effectiveness and efficiency of the learning process. This involves implementing a variety of approaches, strategies and methods designed to maximize student learning outcomes.</em></p> Juliarna Ismawati Nur Wahidah Nur Hikmah Musdalifah Muh. Aswar Malikul Mulki Umi Nur Kholifatun Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1 BENTUK DAN TEKNIK EVALUASI HASIL BELAJAR https://ojs.co.id/1/index.php/pai/article/view/2576 <p>Metode evaluasi digunakan. agar suatu tujuan evaluasi dapat dicapai, yaitu untuk menggali Informasi tentang siswa dapat diakses. Untuk menyelesaikan evaluasi, evaluator harus menguasai prosedur evaluasi. Dengan melakukan penilaian, guru dapat mengetahui kemajuan intelegensi, hasil belajar, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap, dan kepribadian siswa atau peserta didik mereka. Ada berbagai metode evaluasi, seperti skala, kuesioner, tes, dan format observasi, untuk memenuhi kebutuhan evaluasi. Secara umum, metode evaluasi dapat dibagi menjadi dua kategori: tes dan nontes. Untuk menilai hasil pembelajaran, tes adalah metode yang paling umum digunakan.</p> <p><em>Evaluation methods are used. so that an evaluation objective can be achieved, namely to find information about students that can be accessed. To complete an evaluation, the evaluator must master the evaluation procedure. By conducting assessments, teachers can find out the intelligence progress, learning outcomes, special talents, interests, social relationships, attitudes and personalities of their students or students. There are various evaluation methods, such as scales, questionnaires, tests, and observation formats, to meet evaluation needs. In general, evaluation methods can be divided into two categories: test and non-test. To assess learning outcomes, tests are the most commonly used method.</em></p> Wawan Arbeni Muhammad Iskandar Zulkarnain Hak Cipta (c) 2025 Perspektif Agama dan Identitas 2025-01-30 2025-01-30 10 1