KONSEP PENDIDIKAN HOLISTIK MALIK BENNABI : SOLUSI KRISIS IDENTITAS MUSLIM DAN REAKTUALISASI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI
Kata Kunci:
Malik Bennabi, Pendidikan Holistik, Krisis Identitas Muslim, MuslimGlobalisasi, Nilai-Nilai IslamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik menurut Malik Bennabi dan relevansinya dalam mengatasi krisis identitas Muslim serta reaktualisasi tujuan pendidikan Islam di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali dan mendalami teori pendidikan Bennabi serta implementasinya dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Krisis ini ditandai dengan tergerusnya nilai-nilai spiritual dan moral akibat dominasi budaya materialistik yang dibawa oleh arus globalisasi. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi instrumen utama dalam membentuk kembali jati diri umat Islam yang terintegrasi antara iman, ilmu, dan amal. Tujuan pendidikan Islam menurut Bennabi bukan hanya untuk menciptakan individu yang terampil secara intelektual, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang memiliki integritas moral dan spiritual. Reaktualisasi tujuan pendidikan Islam diperlukan untuk menciptakan generasi yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Hal ini penting agar generasi Muslim tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mempertahankan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap karya-karya Malik Bennabi dan referensi ilmiah lainnya yang relevan. Penelitian ini bertumpu pada analisis terhadap gagasan-gagasan Bennabi tentang peradaban dan peran sentral pendidikan dalam membentuk manusia yang integral. Pembahasan dalam penelitian ini menyoroti empat aspek utama pendidikan holistik menurut Bennabi, yaitu dimensi ruhaniyah (spiritualitas), aqliyah (intelektualitas), akhlaqiyah (moralitas), dan ijtima’iyah (sosialitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik yang melibatkan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dapat menjadi solusi bagi krisis identitas yang dihadapi umat Islam. Selain itu, pendekatan ini dapat mendorong pembentukan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik, sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap tantangan globalisasi, serta memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi antara dimensi intelektual dan spiritual dalam pendidikan.




