BLENDED LEARNING KURIKULUM BERBASIS CINTA PADA MADRASAH IBTIDAIYAH
Kata Kunci:
Blended Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, Madrasah Ibtidaiyah, Pembelajaran Karakter, Teknologi Pendidikan, Pendidikan Dasar IslamAbstrak
Perkembangan teknologi pendidikan sejak satu dekade terakhir telah mempercepat transformasi metode pembelajaran, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sejak tahun 2010-an, blended learning mulai diadaptasi sebagai model pembelajaran yang menggabungkan keunggulan tatap muka dan pembelajaran berbasis digital. Pada saat yang sama, pendidikan karakter juga mengalami penguatan melalui berbagai kurikulum nasional maupun pendekatan pedagogis humanistik, yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, penghargaan, dan budi pekerti sebagai fondasi perkembangan anak. Artikel ini mengkaji bagaimana blended learning dapat diintegrasikan dengan kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) sebagai pendekatan penguatan karakter bagi siswa MI. Penelitian menggunakan kajian literatur dari berbagai sumber yang terbit dalam rentang 2010–2015, dipadukan dengan analisis kontemporer mengenai kebutuhan pembelajaran holistik di MI. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) blended learning pada awal dekade 2010 telah terbukti meningkatkan motivasi, fleksibilitas belajar, dan interaksi siswa-guru; (2) pendekatan berbasis cinta berperan dalam menciptakan suasana belajar yang aman secara emosional dan mendorong perkembangan karakter positif; (3) integrasi keduanya berpotensi menghasilkan model pembelajaran yang seimbang antara kebutuhan akademik dan afektif, terutama bagi siswa usia dini di MI. Artikel ini merekomendasikan desain blended learning yang memperhatikan kehangatan relasi pedagogis, dukungan keluarga, kesiapan guru, serta penggunaan teknologi yang ramah anak sebagai fondasi implementasi kurikulum berbasis cinta di Madrasah Ibtidaiyah.




