https://ojs.co.id/1/index.php/jsi/issue/feed Al-Mausu'ah: Jurnal Studi Islam 2026-01-30T15:10:58+00:00 Open Journal Systems https://ojs.co.id/1/index.php/jsi/article/view/4212 KAJIAN LITERATUR : KONSEP RIBA DALAM TRANSAKSI ISLAM 2026-01-01T02:29:56+00:00 Sumarni [email protected] Mar’iyah Qibthiyah [email protected] Fahrani [email protected] Wilda [email protected] Fatmawati [email protected] Tenri Bayang [email protected] Sutriani [email protected] Akbar [email protected] Ahmad Irfan Rifaldi [email protected] <p class="TableParagraph" style="margin-top: .05pt; line-height: 115%;"><span lang="EN-US" style="font-size: 10.0pt; line-height: 115%;">Riba merupakan salah satu praktik ekonomi yang secara tegas dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab sosial. Meskipun larangan riba telah dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan hadis, dalam praktik ekonomi modern konsep riba sering mengalami penyempitan makna dan penyamaran dalam berbagai bentuk transaksi, khususnya dalam jual beli dan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep riba dalam transaksi Islam berdasarkan perspektif fiqh muamalah melalui pendekatan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah, buku fiqh muamalah, dan literatur tafsir Al-Qur’an yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pengertian, dasar hukum, jenis-jenis riba, serta dampak sosial-ekonominya. Hasil kajian menunjukkan bahwa riba tidak hanya terbatas pada praktik pinjam-meminjam berbunga, tetapi juga dapat muncul dalam transaksi jual beli yang tidak memenuhi prinsip kesetaraan nilai dan keadilan, seperti riba fadhl, riba yad, riba nasi’ah, dan riba qardh. Selain itu, praktik riba memiliki dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi dan keadilan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi fiqh muamalah dan penguatan alternatif transaksi syariah yang berlandaskan prinsip keadilan dan pembagian risiko.</span></p> <p class="TableParagraph" style="margin-top: .05pt; line-height: 115%;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 9.0pt; line-height: 115%;">Riba is one of the economic practices explicitly prohibited in Islam because it contradicts the principles of justice, balance, and social responsibility. Although the prohibition of riba has been clearly stated in the Qur’an and Hadith, its concept is often narrowly interpreted or disguised within various forms of modern economic transactions, particularly in trade and financing. This study aims to comprehensively examine the concept of riba in Islamic transactions from the perspective of fiqh muamalah through a literature review approach. The research employs a qualitative-descriptive library research method, using data sources from academic journals, fiqh muamalah books, and Qur’anic exegesis relevant to the topic. Data analysis is conducted through content analysis to identify the definition, legal foundations, types of riba, and its socio-economic impacts. The findings indicate that riba is not limited to interest-based lending practices but may also occur in trade transactions that fail to uphold the principles of value equality and justice, such as riba fadhl, riba yad, riba nasi’ah, and riba qardh. Furthermore, riba practices have adverse effects on economic stability and social justice. Therefore, this study highlights the importance of enhancing fiqh muamalah literacy and strengthening sharia-compliant transaction alternatives based on justice and risk-sharing principles.</span></em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Al-Mausu'ah: Jurnal Studi Islam https://ojs.co.id/1/index.php/jsi/article/view/4309 PESANTREN DIGITAL DAN POLITIK PENGETAHUAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI 2026-01-19T08:44:17+00:00 Mickail Mubarak [email protected] Yati Suciyati [email protected] Ela Susilawati [email protected] <p>Penelitian ini memperhatikan digital pesantren dari sudut pandang bagaimana pengetahuan dikendalikan dan dibentuk dalam era teknologi informasi. Kemunculan media digital telah mengubah cara pengetahuan agama dibuat, dibagikan, dan diterima, bahkan di kalangan pesantren Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kritis dengan mempelajari literatur yang ada serta contoh spesifik dari digital pesantren, untuk mengeksplorasi bagaimana lembaga-lembaga tersebut menggunakan alat digital sambil menghadapi otoritas agama di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital pesantren tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan besar dalam membentuk ide-ide Islam dalam percakapan publik. Namun, menjadi digital juga membuat pesantren menghadapi situasi yang rumit terkait pengelolaan pengetahuan, apa yang terlihat di internet, serta bagaimana ide-ide tertentu menjadi populer. Penelitian ini menunjukkan bagaimana digital pesantren dapat membantu menjaga tradisi pembelajaran Islam tetap hidup dengan bijak menggunakan dan mempertimbangkan teknologi baru.</p> <p><em>This study looks at digital pesantren from the angle of how knowledge is controlled and shaped in the age of information technology. The rise of digital media has changed the way religious knowledge is created, shared, and accepted, even in Islamic boarding schools. The research uses a critical qualitative method, looking at existing literature and specific examples of digital pesantren, to explore how these institutions use digital tools while dealing with religious authority online. The results show that digital pesantren do more than just teach – they also play a big role in shaping Islamic ideas in public discussions. But being digital also puts pesantren in complicated situations involving how knowledge is managed, what gets seen online, and how popular certain ideas become. The study shows how digital pesantren can help keep Islamic learning traditions alive by carefully using and thinking about new technologies.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Al-Mausu'ah: Jurnal Studi Islam