KONSEP IMAN KEPADA HARI AKHIR PERSPEKTIF SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN DALAM KITAB SYARH AL-AQIDAH AL-WASITHIYAH
Kata Kunci:
Konsep Iman, hari akhir, , Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, kitab Syarh al-Aqidah al-WasithiyahAbstrak
Hari akhir adalah waktu terjadinya kehancuran secara menyeluruh di bumi dan alam semesta. Iman kepada Hari Akhir merupakan rukun iman ke lima yang wajib diimani oleh manusia. Globalisasi memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari era globalisasi adalah munculnya cara berfikir sekuler dan liberal di kalangan masyarakat. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu cara untuk menanggulangi dampak negatif globalisasi, dengan penanaman aqidah islam dan pemahaman mengenai hari akhir atau yang seringkali disebut dengan hari kiamat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adala metode kualitatif dengan pendekatan study pustaka (library research). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis), deskriptif dan induktif. Dalam Kitab Syarh al-Aqidah al-Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menerangkan bahwa termasuk iman kepada hari akhir adalah beriman kepada seluruh apa yang diberitakan Nabi yang akan terjadi setelah kematian. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, manusia mempunyai lima fase, yaitu: fase belum ada, fase alam rahim, fase dunia, fase barzakh, dan fase akhirat. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menyatakan bahwa ada sebelas perkara yang akan terjadi pada hari kiamat yaitu (1) ruh manusia dikembalikan kepada jasadnya, (2) bangkit dari kubur, (3) matahari mendekat sekitar satu mil, (4) manusia dikekang oleh keringat mereka, (5) amal manusia ditimbang, (6) catatan amal disebarluaskan, (7) Allah menghisab para makhluk, (8) terdapat haudh, (9) sirath (10) masuk syurga, dan (11) syafa’at.