PESANTREN DIGITAL DAN POLITIK PENGETAHUAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI

Penulis

  • Mickail Mubarak Institut Agama Islam Persatuan Islam Bandung
  • Yati Suciyati Institut Agama Islam Persatuan Islam Bandung
  • Ela Susilawati Institut Agama Islam Persatuan Islam Bandung

Kata Kunci:

Digital Pesantren, Politik Pengetahuan, Islam Dan Teknologi, Otoritas Agama

Abstrak

Penelitian ini memperhatikan digital pesantren dari sudut pandang bagaimana pengetahuan dikendalikan dan dibentuk dalam era teknologi informasi. Kemunculan media digital telah mengubah cara pengetahuan agama dibuat, dibagikan, dan diterima, bahkan di kalangan pesantren Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kritis dengan mempelajari literatur yang ada serta contoh spesifik dari digital pesantren, untuk mengeksplorasi bagaimana lembaga-lembaga tersebut menggunakan alat digital sambil menghadapi otoritas agama di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital pesantren tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan besar dalam membentuk ide-ide Islam dalam percakapan publik. Namun, menjadi digital juga membuat pesantren menghadapi situasi yang rumit terkait pengelolaan pengetahuan, apa yang terlihat di internet, serta bagaimana ide-ide tertentu menjadi populer. Penelitian ini menunjukkan bagaimana digital pesantren dapat membantu menjaga tradisi pembelajaran Islam tetap hidup dengan bijak menggunakan dan mempertimbangkan teknologi baru.

This study looks at digital pesantren from the angle of how knowledge is controlled and shaped in the age of information technology. The rise of digital media has changed the way religious knowledge is created, shared, and accepted, even in Islamic boarding schools. The research uses a critical qualitative method, looking at existing literature and specific examples of digital pesantren, to explore how these institutions use digital tools while dealing with religious authority online. The results show that digital pesantren do more than just teach – they also play a big role in shaping Islamic ideas in public discussions. But being digital also puts pesantren in complicated situations involving how knowledge is managed, what gets seen online, and how popular certain ideas become. The study shows how digital pesantren can help keep Islamic learning traditions alive by carefully using and thinking about new technologies.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30