PERKEMBANGAN TRADISI DAN PERADABAN ISLAM DI INDONESIA “BUDAYA SELAWAT BERSAMA DAN MAULIDAN DI INDONESIA”

Penulis

  • Heny Kurniati UIN Raden Fatah Palembang
  • Syarkoni UIN Raden Fatah Palembang
  • Ris'an Rusli UIN Raden Fatah Palembang
  • Choirun Niswah UIN Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Tradisi, Peradaban Islam, Selawat Dan Maulidan

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara didunia yang sangat kaya akan tradisi dan nilai - nilai budaya. Keanekaragaman tradisi di Indonesia ini disebabkan oleh karakteristik yang beragam dan wilayah Indonesia yang strategis dalam jalur perdangan dunia. Tradisi - tradisi yang ada di Indonesia ini lahir dari pengaruh Peradaban dunia salah satunya peradaban Islam yang dibawa oleh bangsa arab ke Indonesia melalui jalur perdagangan,  sehingga terjadinya asimilasi dan akulturasi budaya. Budaya melayu berkembang dari proses panjang interaksi maritim di Asia Tenggara, seperti yang terjadi pada masyarakat kerajaan pesisir, pedagang (Arab, India dan Cina), penyebaran Islam, kolonialisme Eropa, serta dinamika kelompok dalam suatu daerah. Peradaban Islam Melayu inilah yang akan berkembang menjadi tradisi yang di laksanakan secara turun temurun. Salah satu contoh tradisi Islam yang sering dilaksanakan di Indonesia adalah Selawat Bersama dan Maulidan. Tradisi ini sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya peringatan kelahiran sang Rasul, tetapi juga momentum penuh berkah untuk memperbanyak doa dan selawat. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya Nabi Muhammad di muka bumi sebagai rasulullah yang membawa risalah Islam serta menyelamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya

Indonesia is one of the countries in the world rich in traditions and cultural values. This diversity of traditions is due to its diverse characteristics and strategic location on global trade routes. These traditions in Indonesia were born from the influence of world civilizations, one of which is Islamic civilization, brought by the Arabs to Indonesia through trade routes, resulting in cultural assimilation and acculturation. Malay culture developed from a long process of maritime interactions in Southeast Asia, such as those experienced by coastal kingdoms, traders (Arab, Indian, and Chinese), the spread of Islam, European colonialism, and group dynamics within a region. This Malay Islamic civilization developed into traditions carried out from generation to generation. One example of an Islamic tradition frequently practiced in Indonesia is the Selawat Bersama (joint prayer) and Maulidan (Maulidan). This tradition has existed since before Indonesian independence. The Maulid of the Prophet Muhammad (peace be upon him) is not only a commemoration of the Prophet's birth, but also a blessed occasion for increased prayer and salawat (prayer). This tradition is carried out as a form of gratitude for the presence of the Prophet Muhammad on earth as the Messenger of Allah who brought the message of Islam and saved humanity from darkness to light

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30