RITUAL PELAKSANAAN IBADAH HAJI: STUDI KASUS PADA JAMAAH BUGIS DI KECAMATAN PAMMANA KABUPATEN WAJO
Kata Kunci:
Ritual Ibadah Haji Bugis, Adat Dan Islam Pammana, Antropologi AgamaAbstrak
Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ritual pelaksanaan ibadah haji pada jamaah Bugis di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. Pokok masalah tersebut terangkum ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: bagaimana latar belakang ritual pelaksanaan ibadah haji, bagaimana bentuk ritual pelaksanaan ibadah haji, dan bagaimana tujuan ritual pelaksanaan ibadah haji pada jamaah Bugis di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat Pammana. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengelolahan dan analisis data yang digunakan antara lain: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa latar belakang pelaksanaan ibadah haji didasari oleh konteks historis dan sosial-religius masyarakat Bugis Pammana. Islam dan adat sebagai pilar kehidupan sosial Bugis. Fungsi sosial dan simbolik ritual haji. Penguatan Spiritualitas Kolektif. Kemudian hasil analisis mengungkapkan bentuk ritual ada tiga fase utama, Pertama sebelum keberangkatan adalah: Mabbaca-baca, menitip foto, mappasicoco esso, mannosalo, massio lipa ko possi bolae. Kedua selama di Tanah Suci adalah barzanji setiap hari jumat dan setiap malam ketika jamaah sudah di Makkah, mabbau batu lotong, mappatoppo. Ketiga Pasca kepulangan adalah upacara penyambutan yang tidak menginjakkan kaki di tanah, syukuran, dan pemberian gelar haji. Adapun tujuan dari pelaksanaan ritual adalah penyucian diri, peneguhan tauhid, solidaritas, kebersamaan, empati komunal, dan meneguhkan identitas Bugis Islami serta pembentukan kepribadian. Penelitian ini memiliki implikasi dalam khazanah keilmuan, Penelitian ini berkontribusi pada kajian antropologi agama dan Islam Nusantara dengan menegaskan bahwa ritual dapat menjadi medium integrasi antara nilai religius dan budaya. Penelitian ini juga menghadirkan kesadaran tentang kebijakan secara akademis maupun oleh masyarakat lokal sendiri dalam merevitalisasi tradisi yang dianggap masih relevan dengan konteks zaman.




