KONSEP MANAJEMEN KURIKULUM DANA PEMBELAJARAN SENTRALISTIK DAN DESANTRALISTIK
Kata Kunci:
Manajemen Kurikulum, Dana Pembelajaran, Sentralistik, SentralistikDesentralistik, DesentralistikPendidikanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen kurikulum dan pengelolaan dana pembelajaran dalam dua pendekatan berbeda, yaitu sistem sentralistik dan desentralistik. Pendekatan sentralistik menitikberatkan pada kontrol penuh dari pemerintah pusat terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum serta alokasi dana pembelajaran. Sebaliknya, pendekatan desentralistik memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah atau satuan pendidikan dalam pengambilan keputusan pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum lokal dan pengelolaan anggaran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, peraturan pemerintah, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Sistem sentralistik lebih menjamin keseragaman dan pengawasan, namun cenderung mengabaikan kebutuhan lokal. Sementara itu, sistem desentralistik memungkinkan fleksibilitas dan inovasi lokal, tetapi memerlukan kapasitas manajerial yang kuat di tingkat daerah atau sekolah. Penelitian ini merekomendasikan model manajemen hibrida yang menggabungkan keunggulan kedua pendekatan guna mencapai efektivitas dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia.




