Peran Design thinking dalam Kurikulum Abad 21

Penulis

  • Mohammad Abdullah Mohammad Saibi Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Wildan Maulana Syahroni Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Khoirotul Idawati Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Hanifuddin Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Muhammad Mubarok Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Luqmanul Hakim Universitas Hasyim Asy'ari Jombang

Kata Kunci:

Design thinking, Kurikulum Abad 21, Kreativitas, Empati, Pembelajaran Inovatif.

Abstrak

Pembelajaran abad ke-21 menuntut pengembangan kompetensi kreatif, kolaboratif, kritis, dan humanis, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dan keterampilan sosial-emosional. Design thinking (DT) menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena menempatkan empati sebagai dasar pemahaman masalah dan memungkinkan siswa menghasilkan solusi inovatif melalui proses iteratif. Dalam konteks pendidikan Indonesia, integrasi DT selaras dengan Kurikulum Merdeka, penguatan literasi digital, serta penerapan Project-Based Learning (PBL), meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan terkait kesiapan siswa, sarana, dan akses teknologi. Melalui studi pustaka deskriptif, artikel ini mengkaji konsep, manfaat, dan implementasi DT dalam pembelajaran abad 21. Hasil kajian menunjukkan bahwa DT mendorong kreativitas, kolaborasi, komunikasi, empati, dan soft skills lain yang esensial bagi peserta didik. Selain itu, penerapannya dalam PBL memperkuat kemampuan problem-solving melalui siklus try–test–learn yang membangun pola pikir eksperimental dan resiliensi. Integrasi DT juga mendukung pembelajaran lintas disiplin, relevansi konteks nyata, serta pengembangan kompetensi global. Dengan demikian, Design thinking menjadi pendekatan strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kompleks di era modern.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-28