MENANGGAPI SIKAP EKSKLUSIF DALAM KEHIDUPAN UMATBERAGAMA MENURUT PANDANGAN AJARAN ISLAM

Penulis

  • Krispinus Nelson Duki Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Alfonsus Tibo Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Adolfus Du’a Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero
  • Kornelia Valentina Nona Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero

Kata Kunci:

Eksklusif, Inklusif, Toleran, Perspektif Islam, Keragaman, Keyakinan

Abstrak

Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki sikap eksklusif dalam kehidupan komunitas agama, khususnya ketika dihadapkan pada kenyataan berkembangnya pluralisme agama, seperti yang diamati dari sudut pandang komunitas Muslim. Penulis secara kritis meneliti bagaimana sikap eksklusif mengambil dimensi baru ketika dihadapkan dengan keragaman agama yang ada saat ini. Dengan sikap tegas, penulis menekankan kebutuhan untuk mengurangi intensitas sikap eksklusif guna menciptakan ruang bagi pengakuan dan toleransi terhadap perbedaan dalam keyakinan. Melalui analisis mendalam, jurnal ini menyajikan dua sikap hidup alternatif sebagai solusi, yaitu sikap inklusif dan toleran. Sikap inklusif diusulkan sebagai upaya untuk membuka jalan bagi dialog dan pemahaman antar komunitas agama, mengundang umat Muslim untuk memperluas pandangan mereka terhadap keragaman keyakinan. Di sisi lain, sikap toleran tidak hanya diartikan sebagai penerimaan perbedaan tetapi juga sebagai langkah aktif menuju membangun pemahaman saling dan penghargaan terhadap keragaman dalam komunitas Muslim. Dengan demikian, jurnal ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana pandangan Islam dapat membentuk sikap inklusif dan toleran sebagai langkah kunci dalam mengatasi sikap eksklusif di tengah kompleksitas pluralisme agama saat ini. Harapannya, temuan ini membuka jalan menuju harmoni dan keselarasan antar komunitas agama.

This journal aims to investigate exclusive attitudes within the lives of religious communities, particularly when confronted with the expanding reality of religious pluralism, as observed from the perspective of the Muslim community. The author critically examines how exclusive attitudes take on new dimensions when faced with the diversity of religions present today. With a firm stance, the author emphasizes the necessity to reduce the intensity of exclusive attitudes to create space for recognition and tolerance of differences in beliefs. Through in-depth analysis, this journal presents two alternative life attitudes as solutions, namely inclusive and tolerant attitudes. The inclusive attitude is proposed as an effort to open avenues for dialogue and understanding among religious communities, inviting Muslims to broaden their perspectives on the diversity of beliefs. On the other hand, the tolerant attitude is not merely interpreted as the acceptance of differences but also as an active step towards building mutual understanding and appreciation for diversity within the Muslim community. Thus, this journal contributes to a deeper understanding of how Islamic perspectives can shape inclusive and tolerant attitudes as key steps in mitigating exclusive attitudes amidst the complexities of current religious pluralism. It is hoped that these findings pave the way towards harmony and coherence among religious communities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31