PERAN KOMUNITAS LOKAL DALAM MENDUKUNG PARIWISATA PUSAKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KOTO GADANG

Penulis

  • Viko Lamefarmen Saputra Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Rihan Putra Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Rahmad Ramadan Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Kata Kunci:

Komunitas Lokal, Kearifan Lokal, Pariwisata Pusaka, Koto Gadang, Keberlanjutan

Abstrak

Penelitian ini membahas peran komunitas lokal dalam mendukung pengembangan pariwisata pusaka berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam. Koto Gadang memiliki modal budaya yang kuat berupa kerajinan perak, arsitektur tradisional, nilai adat, kuliner khas, serta sejarah panjang yang menjadi identitas dan daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal karena tingkat partisipasi masyarakat masih belum merata. Hanya beberapa komunitas seperti Pokdarwis dan Kage Eatery yang terlibat aktif, sementara kelompok lain seperti karang taruna dan remaja masjid berperan minim akibat kurangnya edukasi, koordinasi, dan rendahnya persepsi terhadap peluang ekonomi di sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dinamika keterlibatan komunitas serta bagaimana nilai-nilai lokal dipertahankan dalam aktivitas pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pariwisata pusaka sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunitas dalam menjaga otentisitas budaya, mengelola destinasi secara kolaboratif, serta memanfaatkan peluang pengembangan yang muncul, termasuk melalui pengakuan nasional seperti nominasi Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas komunitas, edukasi budaya bagi generasi muda, dan integrasi antar-kelompok masyarakat menjadi kunci penting untuk mewujudkan pariwisata budaya yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Koto Gadang.

This study examines the role of local communities in supporting heritage tourism development based on local wisdom in Koto Gadang Tourism Village, Agam Regency. Koto Gadang possesses strong cultural assets such as silver craftsmanship, traditional architecture, local customs, distinctive cuisine, and rich historical background that serve as key elements of its cultural identity and tourism appeal. However, the utilization of these potentials remains suboptimal due to uneven levels of community participation. Only certain groups, such as Pokdarwis and Kage Eatery, are actively involved, while others, including youth organizations and mosque-based youth groups, show limited participation due to the lack of education, weak coordination, and low perceived economic opportunities in the tourism sector. This research employs a descriptive qualitative approach to explore the dynamics of community involvement and how local cultural values are preserved within tourism activities. The findings reveal that the sustainability of heritage tourism is strongly influenced by the community’s ability to maintain cultural authenticity, manage tourism collaboratively, and take advantage of development opportunities, including national recognition such as the 2025 Wonderful Indonesia Awards (WIA). The study highlights that strengthening community capacity, enhancing cultural education among the younger generation, and improving inter-community integration are essential factors in realizing inclusive, adaptive, and sustainable cultural tourism in Koto Gadang.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30