DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LAUT OLEH KELOMPOK “WANITA MANDIRI” DESA BAJO MEDANG SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR

Penulis

  • Yadi Hartono Universitas Samawa
  • Alia Wartingsih Universitas Samawa
  • Yudi Ahdiansyah Universitas Samawa
  • Heri Kusnayadi Universitas Samawa

Kata Kunci:

Diversifikasi Olahan Ikan, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Pelatihan, Ekonomi Rumah Tangga, Wanita Mandiri

Abstrak

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Bajo Medang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kelompok “Wanita Mandiri” dalam mengolah hasil tangkapan ikan laut menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti abon ikan dan nugget ikan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan yang dilaksanakan secara partisipatif pada bulan Oktober hingga November 2025. Kegiatan ini diawali dengan observasi dan koordinasi bersama pemerintah desa untuk mengidentifikasi potensi serta permasalahan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan, terutama dalam hal teknik pengolahan ikan, pengemasan produk, serta pengelolaan keuangan sederhana berbasis digital. Produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan ikan segar dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan pesisir dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi olahan hasil laut.

The Community Partnership Program (PKM) was carried out in Bajo Medang Village, Labuhan Badas Subdistrict, Sumbawa Besar Regency, West Nusa Tenggara Province. The program aimed to enhance the capacity and skills of the “Wanita Mandiri” (Independent Women) group in processing marine fish catches into value-added products such as fish floss (abon ikan) and fish nuggets. The implementation methods included stages of socialization, counseling, and participatory training conducted from October to November 2025. The activities began with observation and coordination with the village government to identify the partners’ potentials and problems. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills after the training, particularly in fish processing techniques, product packaging, and simple digital-based financial management. The processed products have a higher market value compared to fresh fish and show potential to be developed into sustainable micro-enterprises. Overall, this program contributed to the empowerment of coastal women and the improvement of the local economy through diversification of marine-based products.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30