MUSYAWARAH SEBAGAI FONDASI PENINGKATAN MUTU HIDUP BERSAMA: PERSPEKTIF PANCASILA DAN REFLEKSI BIBLIS

Penulis

  • Emilianus Rango IFTK Ledalero

Kata Kunci:

Musyawarah, Pancasila, Pluralitas, Refleksi Biblis

Abstrak

Indonesia sebagai bangsa yang plural dihadapkan pada tantangan dalam mengelola perbedaan pandangan, kepentingan, dan identitas sosial agar tidak berkembang menjadi konflik. Dalam konteks tersebut, musyawarah sebagaimana ditegaskan dalam sila keempat Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi etis dan demokratis dalam meningkatkan mutu kehidupan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan peran musyawarah dalam kehidupan bersama melalui perspektif Pancasila serta refleksi biblis, guna memperkaya pemahaman konseptual mengenai musyawarah sebagai nilai pemersatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), melalui telaah terhadap teks Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Kitab Suci, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan dari perspektif filsafat, sosial, dan teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengambilan keputusan, tetapi juga sebagai nilai etis yang menekankan kesetaraan, kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, rasionalitas, etika dialog, dan kebijaksanaan berorientasi jangka panjang. Refleksi biblis menegaskan bahwa musyawarah merupakan panggilan moral untuk membangun kebersamaan, persatuan, dan tanggung jawab kolektif. Dengan demikian, penghayatan dan penerapan musyawarah secara konsisten berkontribusi signifikan dalam mencegah konflik, memperkuat relasi sosial, serta meningkatkan mutu kehidupan bersama yang adil, harmonis, dan berkeadaban.

Indonesia as a pluralistic nation faces ongoing challenges in managing differences in perspectives, interests, and social identities so that they do not escalate into social conflict. In this context, deliberation (musyawarah), as emphasized in the fourth principle of Pancasila, plays a strategic role as an ethical and democratic foundation for improving the quality of communal life. This study aims to examine the meaning and role of deliberation in communal life from the perspectives of Pancasila and biblical reflection, in order to strengthen the conceptual understanding of deliberation as a unifying value. This research employs a qualitative approach using a library research method, analyzing Pancasila, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the Bible, and relevant scholarly literature from philosophical, social, and theological perspectives. The findings indicate that deliberation functions not merely as a decision-making mechanism, but also as an ethical value that emphasizes equality, responsible freedom of expression, rationality, dialogical ethics, and long-term wisdom. Biblical reflection further affirms deliberation as a moral calling to foster togetherness, unity, and collective responsibility. Therefore, the consistent internalization and implementation of deliberation contribute significantly to conflict prevention, the strengthening of social relations, and the enhancement of a just, harmonious, and civilized communal life

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30