STRATEGI KEMITRAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 MAKASSAR DENGAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI

Penulis

  • Yunita Rezky Dati Ali Univeristas Negeri Makassar
  • Muh. Ardiansyah Univeristas Negeri Makassar
  • Sumarlin Mus Univeristas Negeri Makassar

Kata Kunci:

Strategi Kemitraan, DUDI, SMK, Praktik Kerja Lapangan, Guest Teacher

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi kemitraan antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan SMK Negeri 8 Makassar, dampak pelaksanaan kemitraan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru, serta pihak DUDI. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kemitraan dilaksanakan melalui tiga bentuk utama, yaitu sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan keterlibatan DUDI dalam pembelajaran sebagai guest teacher. Sinkronisasi kurikulum dilakukan melalui masukan industri mengenai kompetensi, materi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. PKL dilaksanakan melalui pembekalan, penempatan sesuai kompetensi keahlian, monitoring, dan evaluasi. Keterlibatan DUDI sebagai guest teacher memberikan wawasan mengenai pengalaman kerja, perkembangan teknologi, standar kerja, dan budaya industri. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik, kesiapan memasuki dunia kerja, kualitas pembelajaran, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, dan penguatan hubungan sekolah dengan DUDI. Faktor pendukung meliputi komunikasi efektif, komitmen kedua pihak, keterbukaan industri, banyaknya mitra, dukungan manajemen sekolah, MoU, serta antusiasme guru dan peserta didik. Faktor penghambat meliputi perbedaan jadwal sekolah dan industri, keterbatasan daya tampung PKL, komunikasi internal industri yang belum optimal, perkembangan teknologi yang cepat, serta keterbatasan waktu program. This study aims to describe the partnership strategies between State Vocational High School 8 Makassar and the Business and Industrial World (DUDI). This research used a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The validity of the data was tested through source and technique triangulation. The results showed that the partnership strategy between State Vocational High School 8 Makassar and DUDI was implemented through three main strategies, namely curriculum synchronization with industry needs, the implementation of Field Work Practice (PKL), and the involvement of DUDI practitioners as guest teachers. Curriculum synchronization was carried out by involving DUDI in providing input regarding competencies, learning materials, technological developments, and workplace needs. PKL provided students with direct work experience and opportunities to develop their technical and non-technical competencies. Meanwhile, guest teachers contributed practical knowledge related to workplace conditions, technological developments, work standards, and industrial culture. The implementation of these strategies had a positive impact on improving students’ competencies and work readiness, enhancing the quality of learning, aligning graduate competencies with industry needs, and strengthening school-DUDI partnerships. The implementation was supported by effective communication, mutual commitment, openness of DUDI, school management support, and cooperation through established agreements. However, several obstacles were encountered, including differences in schedules, limited PKL capacity in some industries, internal communication constraints within DUDI, rapid technological developments, and limited implementation time. These obstacles were addressed through intensive communication, coordination, monitoring, and joint evaluation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31