THE DAILY INFAQ OF ONE THOUSAND RUPIAH AS COLLECTIVE PHILANTHROPY: A CASE STUDY OF THE UMRAH CHARITY PROGRAM FOR MOSQUE IMAMS IN KOPANDAKAN SATU VILLAGE

Penulis

  • Annisa Maghfira Mongilong Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
  • Supandi Rahman Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Kata Kunci:

Filantropi Islam, Infak Harian, Sedekah Umroh, Manajemen Keuangan Syariah

Abstrak

Infak Seribu Sehari sebagai Wujud Filantropi Kolektif : Studi Pada Program Sedekah umroh Imam Masjid Di Desa Kopandakan Satu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik filantropi kolektif dalam program Sedekah Seribu Sehari (3S) sebagai wujud solidaritas sosial dan spiritual masyarakat di Desa Kopandakan Satu. Program ini dirancang untuk memberangkatkan imam masjid ke Tanah Suci melalui kontribusi infak harian sebesar Rp1.000 per orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus komunitas serta penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program 3S menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, strategi penghimpunan dana yang fleksibel, serta distribusi manfaat yang berlandaskan prinsip keadilan dan tanggung jawab kolektif. Selain memberikan dampak ekonomi dan sosial, program ini juga memperkuat nilai spiritual masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menggambarkan bahwa praktik infak harian dapat menjadi model filantropi Islam berbasis komunitas yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan umat.

This study aims to analyze the practice of collective philanthropy through the Sedekah Seribu Sehari (3S) program as a form of social and spiritual solidarity among the community of Kopandakan Satu Village. The program is designed to send mosque imams to perform Umrah in the Holy Land through daily donations of Rp1,000 per person. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving community organizers and beneficiaries. The findings reveal that the 3S program implements transparent financial management, flexible fundraising strategies, and a benefit distribution system based on justice and collective responsibility. Beyond its economic and social impacts, the program also strengthens spiritual values by fostering solidarity, sincerity, and social responsibility within the community. These results indicate that the daily infaq model can serve as an effective form of Islamic philanthropy rooted in community participation and oriented toward sustainability and empowerment.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30