META ANALISIS KOMPERASI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Kata Kunci:
Problem Based Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, MatematikaAbstrak
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana kemampuan siswa dalam mempersepsikan secara kritis dan menganalisis pengetahuan matematika dipengaruhi oleh metode PBL dan DL. Jenis analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis. Temuan uji Effect Size menunjukkan bahwa PBL dan DL mempunyai dampak besar terhadap kemampuan siswa dalam menghasilkan berpikir kritis dan analitis. Skor rata-rata model PBL adalah 83,4440, sedangkan skor rata-rata model DL adalah 65,86650, menurut temuan studi Ancova. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa evaluasi kritis anak-anak terhadap permasalahan matematika sekolah dasar menunjukkan etos kerja yang lebih baik dalam pembelajaran berbasis masalah dibandingkan pembelajaran penemuan.
The aim of this study is to ascertain how students' abilities to critically perceive and analyze mathematical knowledge are affected by problem-based learning and discovery learning methods. The type of analysis employed in this study is meta-analysis. The findings of the Effect Size test demonstrate that Problem-Based Learning and Discovery Learning have a major impact on students' ability to generate critical and analytical thinking. The average score for the PBL model is 83.4440, whereas the average score for the DL model is 65.86650, according to Ancova study findings. From this, it may be inferred that children's critical evaluation of primary school mathematics problems demonstrates the better work ethic of problem-based learning over discovery learning.




