JURNAL REVOLUSI DIGITAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KEBENARAN

Penulis

  • Sahabuddin Universitas Negeri Makassar

Kata Kunci:

Revolusi Digital, Kebenaran, Filsafat Epistemologi, Algoritma, Media Sosial

Abstrak

Revolusi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, menyebarkan, dan mengkonsumsi informasi. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan mendalam terkait konsep kebenaran dalam epistemologi, khususnya bagaimana kebenaran dipahami, dibentuk, dan dipersepsikan di era digital. Melalui telaah kritis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana platform digital, algoritma, dan media sosial mempengaruhi persepsi publik terhadap kebenaran. Artikel ini juga membahas implikasi filsafat epistemologi terkait perubahan ini dan bagaimana pergeseran ini mempengaruhi struktur pengetahuan dalam masyarakat modern. Di era digital, algoritma memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman individu di ruang maya. Algoritma yang mengontrol pencarian informasi dan personalisasi konten sering kali memperkuat bias kognitif dan menciptakan "ruang gema" yang memengaruhi persepsi kebenaran. Selain itu, kecepatan penyebaran misinformasi dan disinformasi membuat kebenaran semakin sulit untuk dipisahkan dari opini atau manipulasi. Penelitian ini menekankan perlunya pemahaman baru tentang kebenaran yang mampu menanggapi tantangan-tantangan epistemologis yang muncul di tengah ledakan informasi digital.

The digital revolution has transformed the way humans acquire, disseminate, and consume information. This change raises profound questions about the concept of truth in epistemology, particularly how truth is understood, shaped, and perceived in the digital era. Through a critical examination, this research explores how digital platforms, algorithms, and social media influence public perceptions of truth. The article also discusses the philosophical implications of epistemology related to these changes and how this shift affects the structure of knowledge in modern society. In the digital age, algorithms play a crucial role in shaping individuals' experiences in cyberspace. The algorithms that control information search and content personalization often reinforce cognitive biases and create "echo chambers" that affect perceptions of truth. Furthermore, the speed of the spread of misinformation and disinformation makes it increasingly difficult to separate truth from opinion or manipulation. This research highlights the need for a new understanding of truth that can respond to the epistemological challenges emerging amid the digital information explosion.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30