TINJAUAN KEBIJAKAN GURU PENGGERAK: PENDEKATAN ANALISIS DENGAN TEORI BREWER
Kata Kunci:
Kebijakan Pendidikan, Guru Penggerak, Daerah Terpencil, Teori BrewerAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Guru Penggerak di Indonesia dengan menggunakan kerangka Teori Brewer. Kebijakan ini bertujuan untuk menempatkan guru-guru terbaik di daerah-daerah terpencil dan terluar dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan, meliputi konteks kebijakan, aktor kebijakan, sumber daya, dan proses implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Guru Penggerak menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Konteks geografis yang sulit, kesenjangan sosial-ekonomi dan budaya, serta kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menjadi faktor penghambat utama. Selain itu, sumber daya yang terbatas, baik dari segi anggaran, fasilitas sekolah, maupun program pelatihan dan pendampingan bagi guru, turut memengaruhi efektivitas program. Proses implementasi juga menghadapi kendala seperti strategi rekrutmen dan penempatan yang kurang tepat, tantangan adaptasi guru di lingkungan baru, serta kurangnya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan koordinasi dan keterlibatan masyarakat lokal, penyediaan sumber daya yang memadai, serta penyesuaian strategi rekrutmen dan penempatan guru sesuai dengan konteks lokal. Monitoring dan evaluasi secara berkala juga diperlukan untuk mengidentifikasi tantangan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Dengan mengimplementasikan rekomendasi tersebut, diharapkan kebijakan Guru Penggerak dapat lebih efektif dalam mencapai tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil dan terluar Indonesia.
This research aims to analyze the implementation of Teacher Mobilization policies in Indonesia using the Brewer Theory framework. This policy aims to place the best teachers in remote and outermost areas in an effort to improve the quality of education and reduce the gap between urban and rural areas. Through a qualitative approach, this research explores the factors that influence the success of policy implementation, including policy context, policy actors, resources, and implementation processes. The research results show that the Teacher Mobilization policy faces various challenges in its implementation. Difficult geographical contexts, socio-economic and cultural disparities, and lack of coordination between stakeholders are the main inhibiting factors. In addition, limited resources, both in terms of budget, school facilities, and training and mentoring programs for teachers, also influence the effectiveness of the program. The implementation process also faces obstacles such as inappropriate recruitment and placement strategies, challenges in adapting teachers to new environments, and a lack of ongoing monitoring and evaluation. This research recommends the need to increase coordination and involvement of local communities, provide adequate resources, and adapt teacher recruitment and placement strategies according to the local context. Regular monitoring and evaluation is also needed to identify challenges and make necessary adjustments. By implementing these recommendations, it is hoped that the Teacher Mobilization policy can be more effective in achieving its goal of improving the quality of education in remote and outermost areas of Indonesia.