Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd id-ID Fri, 30 Jan 2026 15:09:41 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN ANTARA SELF–EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMP X DI BEKASI https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4247 <p>Siswa sering menghadapi hambatan dalam mencapai perilaku belajar yang baik, salah satunya adalah prokrastinasi akademik, yaitu perilaku menunda-nunda menyelesaikan tugas. Untuk berhasil menyelesaikan tugas tersebut, diperlukan self-efficacy, yaitu rasa yakin terhadap kemampuan diri untuk mencapai tujuan. Semakin tinggi self-efficacy, semakin kuat keyakinan siswa menghadapi tantangan, sedangkan siswa dengan self-efficacy rendah cenderung cepat menyerah atau mengurangi usaha.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP X di Bekasi. Jenis penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah penelitian korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 120 siswa SMP X. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik dengan tingkat hasil signifikansi (p) sebesar 0 (p&lt;0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,425. Kategorisasi menunjukkan mayoritas siswa memiliki tingkat self-efficacy dan prokrastinasi akademik dalam kategori sedang. penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy seorang siswa, semakin rendah kemungkinan melakukan prokrastinasi akademik. Hasil membuktikan self-efficacy berperan penting mengurangi prokrastinasi akademik pada siswa SMP X.</p> Velena Amalia Putri, Lenny Utama Afriyenti, Nurwahyuni Nasir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4247 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN AGRESI VERBAL PADA MAHASISWA PEMAIN GAME ONLINE DI INDONESIA https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4317 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan agresi verbal pada mahasiswa pemain game online di Indonesia. Maraknya permainan game online di kalangan mahasiswa tidak hanya memberikan dampak positif sebagai sarana hiburan dan pelepas stres, tetapi juga berpotensi memunculkan perilaku agresif, khususnya agresi verbal, akibat intensitas bermain dan interaksi kompetitif di dalam permainan. Regulasi emosi menjadi faktor penting yang berperan dalam mengendalikan respons emosional individu terhadap situasi yang memicu frustrasi atau konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa di Indonesia yang aktif bermain game online. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala regulasi emosi dan skala agresi verbal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik korelasi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran regulasi emosi dalam menekan perilaku agresi verbal pada mahasiswa pemain game online serta menjadi dasar bagi upaya preventif dan intervensi psikologis di lingkungan pendidikan tinggi.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between emotion regulation and verbal aggression among university students who play online games in Indonesia. The increasing popularity of online games among students not only provides entertainment and stress relief but also has the potential to trigger aggressive behaviors, particularly verbal aggression, due to high playing intensity and competitive interactions within the games. Emotion regulation plays a crucial role in controlling individuals’ emotional responses to situations that provoke frustration or conflict. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The research participants were Indonesian university students who actively play online games. Data were collected using emotion regulation and verbal aggression scales that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using correlation techniques to determine the relationship between the two variables. The findings are expected to provide insights into the role of emotion regulation in reducing verbal aggression among online game-playing students and to serve as a reference for preventive efforts and psychological interventions in higher education settings.</em></p> Dewa Putra Budi, Heru Astikasari Setya Murti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4317 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 HARGA DIRI REMAJA PEREMPUAN DENGAN KEHADIRAN AYAH DAN KETIDAKHADIRAN AYAH https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4282 <p>Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan harga diri, di mana dukungan orang tua, khususnya ayah, berperan dalam perkembangan evaluasi diri. Harga diri didefinisikan sebagai penilaian individu terhadap dirinya secara keseluruhan (Rosenberg, 1965), dan berkembang seiring proses pembentukan identitas pada masa remaja (Santrock, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat harga diri antara remaja perempuan dengan kehadiran ayah dan tanpa kehadiran ayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif terhadap 446 remaja perempuan usia 17–19 tahun di beberapa kota besar di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang diadaptasi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tingkat harga diri antara kedua kelompok (U = 18,016.50; Z = −4.99; p &lt; .001).</p> <p><em>Adolescence is a crucial phase in the development of self-esteem, where parental support, particularly from fathers, plays a role in the development of self-evaluation. Self-esteem is defined as an individual's overall assessment of themselves (Rosenberg, 1965), and develops along with the process of identity formation during adolescence (Santrock, 2018). This study aims to examine differences in self-esteem levels between adolescent girls with and without fathers. The study used a quantitative approach with a comparative design on 446 adolescent girls aged 17–19 years in several major cities in Indonesia who were selected through purposive sampling. The instrument used was the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) adapted from the Faculty of Psychology, Tarumanagara University. Data analysis was performed using the Mann–Whitney U test. The results showed a significant difference in self-esteem levels between the two groups (U = 18.016.50; Z = −4.99; p &lt; .001).</em></p> Mey Emeninta Sembiring Depari, Linda Wati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4282 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PREVENTIF GURU BK MELALUI PENDIDIKAN SEKSUAL: IMPLEMENTASI LAYANAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI SEKOLAH https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4277 <p>Kekerasan seksual dilingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat membahayakan keselamatan fisik maupun psikologis peserta didik. Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran utama dalam melakukan upaya preventif melalui pendidikan seksual yang komprehensif, etis, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi preventif guru BK dalam mengimplementasikan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada pendidikan seksusal sebagai bentuk pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan tinjauan pustaka dan analisis teoretis terhadap pelaksanaan layanan bimbingan personal-sosial. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan seksual yang diberikan melalui layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling individual dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang batasan perilaku, harga diri, dan keterampilan dalam menolak perilaku menyimpang. Penerapan strategi preventif juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, orang tua, serta pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berbudaya hormat. Dengan demikian, pendidikan seksual berbasis layanan BK dapat menjadi upaya efektif dalam membangun kesadaran dan pencegahan dini terhadap kekerasan seksual di sekolah</p> <p><em>Sexual violence in schools is a serious problem that can endanger the physical and psychological safety of students. Guidance and counseling (BK) teachers play a key role in implementing preventive measures through comprehensive, ethical, and developmentally appropriate sexual education. This study aims to evaluate the preventive strategies of BK teachers in implementing guidance and counseling services oriented toward sexual education as a form of preventing sexual violence in schools. The research method used was descriptive qualitative, utilizing a literature review and theoretical analysis of the implementation of personal-social guidance services. The analysis shows that sexual education provided through information services, group guidance, and individual counseling can improve students' understanding of behavioral boundaries, self-esteem, and skills in rejecting deviant behavior. The implementation of preventive strategies also emphasizes the importance of collaboration between BK teachers, subject teachers, parents, and the school in creating a safe and respectful learning environment. Thus, BK-based sexual education can be an effective effort in building awareness and early prevention of sexual violence in schools.</em></p> Ayu Fitri Andini, Nashatul Azuwa, Ridho Rismi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4277 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA KELAS XI JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) DI SMK IBU TAHUN AJARAN 2024/2025 https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4294 <p>Penggunaan media sosial dapat memiliki dampak kompleks pada kesehatan mental, dengan potensi baik positif maupun negatif. Penggunaan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan masalah harga diri, sedangkan penggunaan yang bijak dapat mendukung koneksi sosial dan menyediakan sumber informasi. Penting untuk menggunakan media sosial secara bijak, membatasi waktu penggunaan, dan mencari bantuan jika mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada siswa kelas XI DKV SMK IBU. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulan dari uji hipotesis di atas yaitu dengan membandingkan nilai sig.2 tailed dan nilai α=0,05. Hipotesis H_1 (ada hubungan) dan H_0 (Tidak ada hubungan). Nilai sig.2 tailed yaitu sebesar 0,000. Jadi sig.2 tailed&lt;α, maka H_1 diterima H_0 ditolak maka ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental siswa.</p> <p><em>Social media use can have complex impacts on mental health, with both positive and negative potential. Excessive use can increase the risk of anxiety, depression, and self-esteem issues, while wise use can support social connections and provide a source of information. It is important to use social media wisely, limit usage time, and seek help if experiencing mental health problems. This study aims to explore the relationship between social media use and mental health in grade XI DKV SMK IBU students. Based on the results of this study, conclusions can be drawn from the hypothesis test above, namely by comparing the sig.2 tailed value and the α value = 0.05. Hypothesis H_1 (there is a relationship) and H_0 (No relationship). The sig.2 tailed value is 0.000. So sig.2 tailed &lt;α, then H_1 is accepted H_0 is rejected, then there is a relationship between social media use and students' mental health. </em></p> Moch. Syahid Abdillah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4294 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN DINAMIKA PSIKOLOGIS PENGGUNAAN CHATGPT PADA MAHASISWA DALAM PROSES BELAJAR https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4280 <p>Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu teknologi AI yang banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa adalah ChatGPT, yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar, pencarian informasi, dan penyelesaian tugas akademik. Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan ChatGPT juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis, seperti ketergantungan dan penurunan kemandirian berpikir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika psikologis mahasiswa dalam penggunaan ChatGPT pada proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang aktif menggunakan ChatGPT dalam kegiatan belajar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis mahasiswa pengguna ChatGPT mencakup tiga aspek utama, yaitu aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, mahasiswa memandang ChatGPT sebagai sumber informasi yang membantu pemahaman materi. Pada aspek afektif, mahasiswa merasakan perasaan terbantu, nyaman, dan termotivasi, namun juga muncul kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan. Sementara itu, pada aspek konatif, mahasiswa menunjukkan kecenderungan untuk terus menggunakan ChatGPT dalam proses belajar, meskipun sebagian tetap berupaya membatasi penggunaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ChatGPT memunculkan dinamika psikologis yang kompleks, dengan dampak positif dan negatif, sehingga diperlukan sikap bijak dan kontrol diri dalam pemanfaatannya agar tidak menghambat kemandirian belajar mahasiswa.</p> Feby Rotua Mauboy , Feronika Ratu, Shela C. Pello Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Dinamika https://ojs.co.id/1/index.php/jpd/article/view/4280 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000