HUBUNGAN STRATEGI COPING DENGAN PSYCHOLOGICAL DISTRESS PADA ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Penulis

  • Jesslyn Natalia Setiawati Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus
  • Mela Anisa Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus
  • Oktaviana Putri Ariyanti Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus
  • Eka Widya Nur Santoso Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus

Kata Kunci:

Self-Compassion, Work-Family Conflict, Perasaan Bersalah, Ibu Bekerja, Pengabdian Masyarakat

Abstrak

Ibu bekerja sering menghadapi tuntutan peran ganda sebagai pekerja dan pengelola keluarga yang dapat menimbulkan work-family conflict. Konflik tersebut berpotensi memunculkan perasaan bersalah, kecenderungan menyalahkan diri sendiri, serta menurunkan kesejahteraan psikologis. Salah satu faktor psikologis yang dapat membantu ibu menghadapi kondisi tersebut adalah self-compassion, yaitu kemampuan untuk bersikap baik kepada diri sendiri, memahami bahwa keterbatasan merupakan bagian dari pengalaman manusia, serta menerima pengalaman tanpa menghakimi diri secara berlebihan. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan pada ibu PKK yang bekerja di Desa Ngelo Wetan, ditemukan bahwa sebagian besar peserta mengalami perasaan bersalah karena keterbatasan waktu dalam mendampingi keluarga dan anak. Oleh karena itu, dilaksanakan Program SAHABAT IBU (Sadar, Hadir, dan Baik terhadap Diri) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat self-compassion untuk mengurangi perasaan bersalah pada ibu dengan work-family conflict. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif-edukatif yang melibatkan lima orang ibu bekerja. Program terdiri atas tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi mengenai work-family conflict dan self-compassion, latihan mengenali serta mengubah kritik diri menjadi dukungan diri (self-kindness), refleksi pengalaman bersama (common humanity), dan latihan penerimaan diri (mindfulness). Evaluasi dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS), observasi, serta umpan balik peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai self-compassion, mampu mengenali kecenderungan menyalahkan diri sendiri, serta mulai mengembangkan sikap yang lebih ramah terhadap diri dalam menghadapi tuntutan peran ganda. Program SAHABAT IBU diharapkan menjadi salah satu alternatif intervensi psikologis yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu bekerja dan mengurangi perasaan bersalah akibat work-family conflict.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30