IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SD NEGERI BANYUWANGI II

Penulis

  • Nita Wardani Bina Bangsa
  • Hildatul Uyun Bina Bangsa
  • Desti Putri Aryanti Bina Bangsa
  • Ratna Dewi Bina Bangsa
  • Ilham Mubarok Bina Bangsa

Kata Kunci:

Pendidikan Inklusi, Sekolah Dasar, Anak Berkebutuhan Khusus, Impementasi Kebijakan

Abstrak

Pendidikan inklusi adalah suatu usaha untuk memberikan layanan belajar yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Negeri Banyuwangi 2 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan guru serta pihak sekolah sebagai sumber utama data. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Banyuwangi 2 telah melaksanakan pendidikan inklusi dengan menyatukan siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler tanpa memisahkan mereka. Guru melakukan adaptasi dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan menciptakan interaksi sosial yang positif di antara para peserta didik. Namun, penerapan pendidikan inklusi masih menghadapi masalah seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya fasilitas pendukung, dan minimnya pemahaman dari beberapa orang tua serta masyarakat. Langkah-langkah yang diambil oleh sekolah untuk mengatasi masalah tersebut meliputi pelatihan bagi guru, peningkatan fasilitas, dan memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pendidikan inklusi di SD Negeri Banyuwangi 2 telah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih memerlukan dukungan terus-menerus agar pelaksanaannya dapat lebih maksimal.

Inclusive education refers to efforts aimed at delivering equitable educational opportunities for all learners, including those with exceptional needs. This research aims to explain the process of organizing education is applied at SD Negeri Banyuwangi 2 and to pinpoint both the facilitators and barriers affecting its execution. A qualitative research methodology was utilized, employing a descriptive framework. Information was gathered via interviews, observations, and documentation, focusing on teachers and school personnel as the main data providers. The analysis was carried out using an interactive model which included data reduction, presentation of data, and drawing conclusions. Findings reveal that SD Negeri Banyuwangi 2 has adopted inclusive education by incorporating students with special needs into mainstream classrooms without separation. Educators modify their teaching methods to cater to the specific requirements of individual students and foster positive interactions among all learners. Nonetheless, various obstacles persist, such as insufficient teacher expertise, lack of adequate facilities, and a gap in understanding among certain parents and community members. The school has worked to mitigate these issues through teacher training, upgrading facilities, and enhancing collaboration with parents and the local community. In summary, the rollout of inclusive education at SD Negeri Banyuwangi 2 has made notable advancements, although ongoing support is necessary to reach the best outcomes.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30