ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PERCAKAPAN MAHASISWA PURWOKERTO DAN MAHASISWA MADIUN DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Kata Kunci:
alih kode, campur kode, mahasiswa purwokertoAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan alih kode dan campur kode dalam percakapan antara mahasiswa yang berasal dari daerah yang berbeda di Universitas Negeri Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memungkinkan analisis mendalam dan teliti terhadap fenomena tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak atau rekam dan catat, di mana rekaman percakapan antara mahasiswa Purwokerto dan Madiun direkam dan dicatat untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 data alih kode dan 9 data campur kode pada percakapan yang diamati. Alih kode yang terjadi dikategorikan sebagai alih kode ke dalam, di mana mahasiswa Purwokerto beralih dari bahasa Ngapak ke bahasa Indonesia saat berbicara dengan mahasiswa Madiun yang menggunakan bahasa Indonesia. Sementara itu, campur kode yang terjadi dikategorikan sebagai campur kode ke dalam, di mana terdapat campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Ngapak, dan bahasa Madiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode merupakan fenomena yang lazim terjadi pada percakapan antar mahasiswa yang berasal dari daerah yang berbeda. Alih kode dan campur kode terlihat sebagai strategi komunikasi untuk memudahkan pemahaman dalam percakapan antarbahasa. Selain itu, temuan ini menunjukkan adanya pengaruh interkultural dalam interaksi sosial antara mahasiswa di lingkungan universitas.
This research aims to investigate the use of code switching and code mixing in conversations between students from different areas at Medan State University. The research method used is descriptive qualitative which allows in-depth and thorough analysis of this phenomenon. Data collection was carried out through listening or recording and note-taking techniques, where recordings of conversations between Purwokerto and Madiun students were recorded and recorded for further analysis. The research results showed that there were 2 code-switching data and 9 code-mixing data in the conversations observed. The code switching that occurred was categorized as inward code switching, where Purwokerto students switched from Ngapak to Indonesian when talking to Madiun students who used Indonesian. Meanwhile, the code mixing that occurs is categorized as internal code mixing, where there is a mixture of Indonesian, Ngapak and Madiun languages. The results of this research show that code switching and code mixing are phenomena that commonly occur in conversations between students from different regions. Code switching and code mixing are seen as communication strategies to facilitate understanding in interlanguage conversations. In addition, these findings indicate the existence of intercultural influences in social interactions between students in the university environment.




