KONSTRUKSI MAKNA MAS KAWIN GADING DALAM TRADISI PERKAWINAN (SEBUAH KAJIAN FENOMENOLOGIS PADA MASYARAKAT ADONARA, KABUPATEN FLORES TIMUR)

Penulis

  • Yuliana Mariani Ina Somi Universitas Nusa Cendana
  • Yermia Djefri Manafe Universitas Nusa Cendana
  • Frengky Dupe Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Konstruksi Makna, Mas Kawin Gading, Tradisi Pernikahan, Realitas Sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan makna yang diberikan oleh masyarakat adonara terkait mas kawin gading, untuk menganalisis pengalaman komunikasi mempelai laki-laki dalam memberikan mas kawin gading serta untuk mengungkap elemen-elemen yang membentuk makna pengkonstruksian makna terhadap mas kawin gading tersebut. jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial milik Peter L. Berger's dan Thomas Luckmann. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah wawancra mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa gading bagi masyarakat adonara di maknai sebagai Sebagai Penghargaan dan pengormatan Terhadap Martabat Perempuan, sebagai warisan leluhur serta sebagai penghubung kekerabatan kedua belah pihak. pengalaman komunikasi menemukan bahwa ada motif Penyebab (Because-of) yang mendorong tindakan, yaitu adanya tekanan adat, kepatuhan terhadap Stock of Knowledge tentang kewajiban. Emosi takut, cemas, legah, bangga dan frustasi adalah pengalaman subjektif yang menunnjukan bagaimana tradisi ini dihormati serta memilki nilai dan sampai memilki kekuatan hukum adat yang mengikat. Elemen-elemen yang membentuk pengkonstruksian tersebut meliputi koda kirin, ritual serta pemilihan hewan ternak seperti kambing merupakan elemen-elemen terkait tradisi mahar gading yang merupakan satu kesatuan utuh yang membentuk pemaknaan akan tradisi ini. Masyarakat Adonara tidak melihat adat sebagai sesuatu yang dipaksakan, tetapi sebagai “dunia kehidupan” yang membentuk cara mereka memahami realitas.

This study aims to map the meaning given by the Adonara community regarding the ivory dowry, to analyze the communication experience of the groom in giving the ivory dowry and to reveal the elements that form the meaning of the construction of meaning towards the ivory dowry. This type of research is qualitative using the theory of social reality construction by Peter L. Berger's and Thomas Luckmann. Data collection techniques used in this study are in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study found that ivory for the Adonara community is interpreted as an appreciation and respect for the dignity of women, as an ancestral heritage and as a link between the two parties. Communication experience found that there are causal motives (because) that drive action, namely the existence of customary pressure, compliance with the provision of knowledge about obligations. Emotions, fear, relief, pride and frustration are subjective experiences that show how this tradition is respected and has value and even has the power of binding customary law. The elements that shape this construction include the kirin code, rituals, and the selection of livestock, such as goats. These elements are related to the ivory dowry tradition, forming a unified whole that shapes the meaning of this tradition. The Adonara people do not view custom as something imposed, but as a "lifeworld" that shapes their understanding of reality.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30