MAKNA KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DALAM RITUAL LA’MANU MASYARAKAT MUTIS DESA TASINIFU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Kajian Etnografi Klasik tentang Penafsiran Usus Ayam sebagai Pesan Leluhur

Penulis

  • Ivonny Stephanie Lake Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Bladjan Konradus Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Yermia D. Manafe Universitas Nusa Cendana Kupang

Kata Kunci:

Komunikasi Transedental, Ritual La’manu, Masyarakat Desa

Abstrak

La’manu bisa dipahami sebagai sebuah ritual yang sangat sentral dalam kehidupan masyarakat Mutis khususnya di Desa Tasinifu karena menjadi wujud hubungan spiritual antara manusia, leluhur dan alam. Bagi masyarakat di sekitar Mutis, alam bukan hanya sekedar ruang hidup, melainkan entitas yang memiliki roh dan kehendak. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Menurut Creswell (2007, 68), metode etnografi digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan dan menafsirkan pola nilai, perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang dibagikan dan dipelajari bersama dalam suatu kelompok budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi ke lapangan saat ritual adat la’manu dilakukan. Analisis data digunakan dengan Analisis data dalam etnografi pada dasarnya berjalan bersamaan dengan pengumpulan data. Ketika peneliti melengkapi catatan lapangan setelah melakukan observasi, pada saat itu sesungguhnya ia telah melakukan analisis data. Sehingga dalam etnografi, peneliti bisa kembali ke lapangan untuk mengambi data sekaligus melengkapi analisisnya yang dirasa masih kurang. Hasil penelitian menunjukkan ritual adat la’manu secara keseluruhan merupakan manifestasi dari komunikasi transendental yakni suatu interaksi yang melibatkan dialog antara manusia (masyarakat adat) dengan kekuatan non-fisik/spiritual (leluhur,dewa). Komunikasi ini diyakini menjadi jembatan untuk memohon restu perlindungan, kedamaian dan kesejateraan masyarakatnya. Upacara ritual la’manu merupakan inti identitas budaya bagi masyarakat Desa Tasinifu, yang memahaminya sebagai ritual mendalam dengan fungsi spiritual dan sosial (ungkapan syukur, permohonan keselamatan dan kesejateraan). Dalam ritual la’manu, komunikasi transendental terjadi ketika masyarakat berupacara untuk membuka hubungan simbolik dengan leluhur melalui tanda-tanda yang muncul, terutama pada usus ayam, gerak hewan kurban, dan fenomena alam.

La'manu can be understood as a ritual that is very central to the lives of the Mutis people, especially in Tasinifu Village, because it embodies the spiritual connection between humans, ancestors, and nature. For the people around Mutis, nature is not merely a living space, but an entity with a spirit and will. This research uses ethnographic methods. According to Creswell (2007, 68), ethnographic methods are used by researchers to describe and interpret patterns of values, behaviors, beliefs, and language shared and learned within a cultural group. Data were collected through interviews, observations, and field documentation during the la'manu traditional ritual. Data analysis in ethnography essentially occurs concurrently with data collection. When researchers complete field notes after conducting observations, they are essentially conducting data analysis. Therefore, in ethnography, researchers can return to the field to collect data and complete any gaps in their analysis. The research results show that the La'manu traditional ritual as a whole is a manifestation of transcendental communication, namely an interaction involving dialogue between humans (indigenous communities) and non-physical/spiritual forces (ancestors, gods). This communication is believed to be a bridge to request blessings, protection, peace, and prosperity for the community. The La'manu ritual is central to the cultural identity of the Tasinifu Village community, who understand it as a profound ritual with spiritual and social functions (expressions of gratitude, requests for safety and prosperity). In the La'manu ritual, transcendental communication occurs when the community attempts to establish a symbolic connection with ancestors through signs that appear, particularly in chicken intestines, the movements of sacrificial animals, and natural phenomena.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30